Media Purna Polri, Tangerang – Salah seorang korban,RG (25) tidak meyangka bawa niatnya untuk mendapatkan pekerjaan dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab yang melakukan penipuan dengan bermodus lowongan kerja di BPJS.

Korban menceritakan mulanya mengirimkan cv lamaran kerja kepada alamat email : karir@bpjskesehatan.co.id. ,setelah menunggu selama satu minggu ada email balasan berupa undangan wawancara di surabaya,Jumat (02/02/2018).

Tidak lama kemudian,korban yang berinisial RG menghubungi  1 nomer yang tercantum di undangan wawancara tersebut,dan nomer tersebut atas nama bayu wahyudi untuk konfirmasi bersedia hadir tes wawancara yang diadakan di Surabaya,setelah menghubungi nomer pertama yang tercantum pihak pelaku pertama mengintruksikan korban untuk menghubungi Febrian kurniawan sebagai penanggung jawab dari ARIA TOUR AND TRAVEL untuk reservasi E-ticket.Yang akan ditanggung pembayarannya oleh peserta lalu pihak terkait menjanjikan akan merefund uang pembayaran setelah selesai test wawancara di surabaya tersebut sebesar nomimal Rp 2.150.000,-.

Korban mengaku masih belum curiga terkait pembayaran tersebut.pukul 13.30 wib pelaku menelpon kepada korban untuk mengintrusikan kembali ke ATM untuk aktivasi kode,setelah sampai di mesin ATM,pelaku tersebut kembali menelpon ke handphone korban lalu mengintrusikan untuk aktivasi kode,tetapi telpon tersebut bukan untuk pengaktifan kode tapi percakapan tersebut ternyata untuk transfer kedua kalinya sebesar Rp 3.999.000,- seolah korban terhipnotis pembicaraan telpon antara korban Dan pelaku.

Kecurigaan korban muncul ketika menghubungi nomer pelaku tersebut,ketika pelaku berbicara tentang refund duit sebesar Rp 3.999.000,- tapi dengan cara mengulangi dengan cara sebelumnya.seperti mentransfer uang ke rekening atas nama HABIBA, lalu korban bicara dengan pelaku Dan tetap pelaku mengintrusikan korban untuk menuruti perintah pelaku.tapi sebelum transfer selesai ada warga yang menegur korban Dan hasilnya tidak jadi untuk mentransfer uang tersebut. Total kerugian korban sebesar Rp 6.150.000,-.

Selanjutnya Saya akan membuat laporan kepada pihak berwajib akan kejadian ini,dan semoga dengan ini tidak ada korban-korban lain lagi,cari tahu dulu dan berhati-hati saat komunikasi melalui by phone karena mereka menggunakan cara hipnotis.”tutupnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini