Media Purna Polri, Kepsul – Ketua Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Maluku Utara (Malut), Rais Dero menanggapi keluhan anak pasien reaktif Covid-19 dari Falabisahaya, Kecamatan Mangole Utara.

Dia meminta dirut RSUD Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) memberi pelayanan khusu terhadap anak.

“Anak yang di isolasi karena orang tuanya setelah di tes dengan alat rapid test dan menunjukkan hasil reaktif, dan bila anak tersebut pun di isolasi maka, pihak rumah sakit dan tim gugus tugas penting melakukan pelayanan khusus terhadap anak” kata Rais via Whatsp Kamis (23/4/2020).

Hal ini menunjukkan karena kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayanan sesuai dengan hak-hak anak tersebut, untuk mendapatkan pelayanan khusus, pasien anak harus di istimewakan,tuturnya.

“Saya berharap pemkab setempat dapat melayani pasien anak dengan serius dan di khususkan sehingga kewajiban anak tersebut dapat terpenuhi. Kita semua berharap agar anak kita dapat tersenyum, sehingga anak tersebut tidak terbebani dengan pikiran-pikiran lain, sehingga proses penyembuhannya cepat teratasi” ujarnya.

Sebelumnya, anak pasien reaktif dari Falabisahaya itu mengeluh tidur sendirian tanpa seorang teman diruang isolasi di RSUD Sanana.

“Saya tidur tanpa teman diruang isolasi. Mama saja yang sering intip saya. Dan di dalam tidak ada AC hanya ada Kipas angin,” ucap anak yang baru duduk dibangku kelas 1 SMP itu.

Selain itu, Pemda Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), telah menganggarkan anggaran penangana Covid,-19 sebesar Rp 31 miliar. anggaran tersebut merupakan penggeseran anggaran APBD atau Realokasi anggaran sebelum masuk pada anggaran Perubahan APBD 2020,(Isto).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini