Media Purna Polri_Bandung – Ditengah Pandemi Virus Corona (covid 19) yang melanda saat ini, persediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang dikenakan dokter dan perawat untuk menangani pasien infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia menipis.

Padahal itu merupakan perlengkapan utama mereka dalam setiap menghadapi, merawat, dan mengobati pasien terinfeksi Covid-19.Tanpa APD, para tenaga medis dari mulai dokter hingga sopir ambulans rentan terinfeksi virus Covid-19. Karena itu beberapa pihak menggalang dana untuk pengadaan APD.

Kami termasuk salah satu yang turut serta dalam penggalangan dana. Bersama dengan Mahasiswa Ekuitas Pencinta Alam (Mataspala), suatu organisasi mahasiswa yang berada dibawah naungan STIE Ekuitas kota Bandung, Media Purna Polri, MyUKM, Lembaga Studi Pengembangan Perkoperasian Indonesia (LSP2I) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat turut serta menginisiasi penggalangan donasi untuk pengadaan APD tersebut dan memberikan dukungan serta mendampingi Mataspala melakukan penggalangan dana.

Pimpinan Umum Media Purna Polri Noven Saputera mengatakan, bahwa Indonesia mempunyai senjata ampuh untuk melawan COVID-19. “Kekeluargaan dan gotong royong adalah ciri khas bangsa Indonesia. Saat bencana pandemi yang melanda Indonesia ini, mari kita atasi dengan gotong royong dan kekeluargaan. Tidak perlu saling menyalahkan dan yang paling penting, jangan ada pihak-pihak yang memancing di air keruh, mencari keuntungan pribadi di tengah bencana ini”, ujarnya.

Ifar Ripa’i, Ketua Mataspala mengatakan “Saat ini bumi pertiwi tempat kita bernaung sedang dalam keadaan bencana non alam, dan sudah sepatutnya setiap warga negara Indonesia berupaya melakukan bela negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 yaitu setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara, dan pengumpulan donasi ini adalah salah satu wujud yang bisa kami upayakan dalam memenuhi kewajiban kami untuk membela negara dan kita sebagai manusia makhluk sosial sudah sepatutnya saling membantu satu sama lainnya dan saling meringankan beban satu sama lain”,tuturnya.

Senada dengan Noven, Regi mengatakan, “kekeluargaan tidak hanya menjadi ciri khas bangsa Indonesia, tapi telah dituangkan dalam pasal 33 UUD 1945”. Lebih lanjut pimpinan proyek Cooperative Relation Department (CRD) MyUKM ini menyatakan, “Kekeluargaan dan gotong royong adalah satu-satunya jalan agar kita bisa keluar dari bencana ini. Jadi kami menghimbau kepada seluruh unsur lapisan masyarakat, marilah kita bergandengan tangan melawan bencana Covid-19 ini. Lupakan siapa salah siapa benar, lakukan yang terbaik yang kita bisa untuk mengalahkan Covid-19. Yang bisa diam di rumah saja, berdiamlah dan mendoakan paramedis sebagai garda terdepan melawan Covid-19. Produsen barang dan jasa baik umkm maupun produsen besar, lupakan mencari untung sebesar-besarnya di tengah kebutuhan barang dan jasa saat Covid-19 ini. Mari kita bergandengan tangan mengatasi Covid-19 dengan kekeluargaan dan gotong royong. ”.

Penggalangan donasi ini akan terus dijalankan sampai masa Covid-19 ini hilang dari bumi Indonesia. “Kami sedang mempersiapkan reporting harian agar masyarakat bisa mendapatkan Informasi tentang kegiatan donasi ini”, kata Budhi Setyawan, Head of Technical Department MyUKM. “Nantinya publik dapat mengakses informasinya di alamat web http://covid19.myukm.id.”, pungkas Budhi.
Semoga Indonesia bisa melewati bencana Covid-19 ini dengan selamat. (wells)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini