
Media Purna Polri, Pondok Labu – Selamat datang di Indonesia. Itulah ucapan yang tepat bagi mereka siswa mancanegara yang datang di Indonesia. Mereka datang untuk belajar Bahasa Indonesia, selain itu juga belajar budaya serta berbagai kuliner yang beraneka ragam rasa yang menggoda telah menantinya.
Orientasi ini sebagai tindaklanjut setelah dibukanya Pendidikan dan Pelatihan Kursus Bahasa Indonesia Tingkat Dasar bagi calon peserta Dikspespa Hidro Oceanografi TNI AL TA 2020 oleh Kapusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan Brigadir Jenderal TNI Yudhy Chandra Jaya, MA beberapa waktu yang lalu. Hal ini dimaksudkan agar seluruh siswa mancanegara yang belajar di Indonesia sejak awal sudah dikenalkan berbagai budaya dan khas kuliner Indonesia, antara lain melalui orientasi alam dan budaya di sekitar tempat pendidikan serta tempat-tempat lain seperti Poliklinik Kesehatan, jika di antara mereka memerlukan konsultasi dokter atau para medis di lingkungan Satuan Kerja Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan.
Orientasi kali ini di sekitar Pondok Labu, antara lain diawali dengan menunjukkan Poliklinik atau Satuan Kesehatan (Satkes) yang berada di Pusjemen. Selanjutnya berjalan kaki menuju ke Pasar Tradisional Pondok Labu. Suasana pasar yang ramai dan hiruk-pikuk para pedagang dan para pembeli mewarnai pagi yang cerah itu lebih bersemangat. Di sela-sela orientasi mereka sambil belajar mengenal berbagai nama buah-buahan, jenis makanan yang dijajakan di sepanjang trotoar jalan di sekitar pasar Pondok Labu. Sesekali praktek belajar berbicara dengan penjual yang dengan ramah melayani mereka, walau masih terbata-bata dalam berucap. Maklum mereka baru datang dan langsung dikenalkan dengan suasana sekitar.
Orientasi dengan berjalan-jalan pagi ini dibimbing oleh Widyaiswara Madya Kolonel Laut (KH) Dr. Bambang Nurakhim, M.M., M.A.P. bersama Pembina IV/a Astri Virgiani, S.S., M.M. yang dengan sabar dan penuh semangat untuk memperkenalkan daerah sekitar tempat belajar di Pusdiklat Bahasa Pondok Labu serta Cinere Mall.
Untuk menuju Cinere Mall mereka diperkenalkan dengan naik angkutan kota (angkot) dan sedikit berdesakan berbaur dengan masyarakat di dalam angkot. Tentu hal ini sangat berarti bagi mereka untuk lebih mendalami belajar budaya dan pergaulan dengan orang Indonesia yang terkenal sangat ramah. ‘Ya…saya sangat senang bisa berjalan-jalan bersama teman dengan dibimbing guru, terlihat orang Indonesia sangat ramah’, ungkap salah satu siswa dari Korea, Mayor Darat Choi Jae Hoon yang diberi nama Indonesia ‘Akbar.’ Akbar lebih lancar berbahasa Indonesia di banding dengan siswa yang lain. Hal ini cukup beralasan karena ia sudah pernah belajar Diklapa Darat di Bandung beberapa tahun yang lalu, dan sekarang kembali ke Indonesia untuk mengikuti Pendidikan Reguler Seskoad di Bandung tahun depan.
Dalam orientasi kali ini diikuti oleh 8 siswa mancanegara, masing-masing dari dua siswa; Korea Mayor Seo Seung Nam dan Mayor Choi Jae Hoon. Dari Thailand tiga siswa; Letnan Kolonel Darat Kitisak Sapawatanakorn, dan Mayor Udara Phonlaphat Sukhawarat, Kapten Wonchalarm Chumkuae. Mereka mengikuti kursus Bahasa Indonesia sebagai bekal awal sebelum masuk menjadi siswa Sesko Angkatan. Siswa lainnya yang mengikuti orientasi adalah siswa yang akan mengikuti kursus Dikspespa Hidro Oceanografi di Pusdikhidrosal Mabesal yang berlokasi di kawasan Ancol Jakarta Utara. Mereka antara lain; Kapten Laut Asadullah dari Pakistan, Letnan Satu Laut Nicholas Lain Juner, Letnan Dua Laut Joseph Patrick Benzie dan Letnan Dua Laut Jacson R. Smith ketiganya perwira dari Australia.
Semoga dengan orientasi ini dapat menambah pengalaman dan semangat dalam belajar Bahasa Indonesia, sekaligus belajar budaya Indonesia dan berbagai kuliner lezat yang telah menantinya. Selamat Belajar, dan semoga sukses. (baim).//(JD)



