Media Purna Polri- Kotabaru, Kalsel. Setelah dilanda kemarau panjang berbulan bulan, kini Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan memasuki musim penghujan. Perubahan musim dan cuaca memang berdampak terhadap alam lingkungan.

Selain itu, berdasarkan perhitungan dan prediksi dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) menyatakan bahwa, pada bulan Desember ini hampir sebagian besar di wilayah Indonesia memasuki musim penghujan.

Menyikapi hal demikian, membuat jajaran Polres Kotabaru dan Forkopimda melaksanakan gelar pasukan kesiapsiagaan kontijensi aman intan 2019, sehingga kegiatan upacara dilaksanakan di Lapangan Siring Laut Kotabaru. Senin (23/12/2019).

Upacara kesiapsiagaan bencana alam tersebut dipimpin langsung oleh, Bupati Kotabaru H. Sayed Ja’far. SH dengan dihadiri Forkopimda.

Tujuannya adalah, untuk melihat dan menunjukkan bagaimana kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan yang di perkirakan akan mengalami banyak peningkatan intensitas curah hujan. Tentunya, di khawatirkan dapat menyebabkan banjir atau tanah longsor di beberapa titik yang tergolong rawan.

Dalam keterangannya Kapolres Kotabaru (AKBP. Andi Adnan Syafruddin. SH., S.I.K) mengatakan, tujuan apel gelar lasukan kesiapsiagaan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan ketanggapan Polri khususnya Polres Kotabaru dalam melakukan antisipasi terjadinya bencana alam.

Selain itu, guna mengecek kesiapan personel, material dan sarana dan prasarana dalam menunjang tugas. Menyamakan pola yang diambil dalam penanganan apabila terjadi bencana alam.

“Tujuan lainnya adalah, menyatukan tekad dan langkah dalam penanganan bencana alam yang sinergis dan komprehensif antara Pemerintah Daerah, TNI – POLRI dan seluruh Stakeholder terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar juga mengatakan, gelar pasukan ini menjadi bentuk kesiapsiagaan dan tanggap Polri khususnya Polres Kotabaru dalam melakukan antisipasi terjadinya bencana alam serta memberikan bantuan penyelamatan bencana dan evakuasi korban dalam menangani bencana pada tahap darurat dan pasca bencana yang tentunya harus dilaksanakan dengan cepat dan tepat sasaran serta efektif dan efisien.

“Di Kabupaten Kotabaru sendiri, musim penghujan telah terjadi pada awal bulan Desember 2019 sampai dengan bulan April 2020, dengan intensitas curah hujan yang diperkirakan cukup tinggi disertai dengan angin yang cukup kencang. Hal ini tentunya harus kita antisipasi karena perubahan cuaca di khawatirkan dapat menimbulkan bencana alam, baik berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung maupun bencana alam lainnya,” ucapnya.  (HF) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini