Media Purna Polri,Taliabu- Harga Bahan bakar minyak (BBM) di tingkat pengecer di Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab),Maluku Utara melonjak hingga 13.000/liter. Hal ini disebabkan, Karena amburadulnya APMS Pertamina yang membiarkan pengusaha BBM pengecer yang diduga melakukan penimbunan BBM di pangkalan masing-masing yang mengakibatkan stok SPBU menipis.

Berdasarkan pantauan Wartawan Media Purna Polri Kamis (8/2/2018), Stok BBM jenis premium di SPBU Bobong tak hanya menipis akan tetapi sering mengalami kekosongan. Bayangkan saja, dari 200 ton/bulan premium yang didistribusikan ke SPBU Bobong, Namun tidak semua kuota tersebut masuk di SPBU karena pengusaha minyak lebih dulu melakukan pembongkaran di pelabuhan Talo,Kecamatan Taliabu barat. Untuk meraih keuntungan besar oleh pengusaha minyak di Taliabu, Mereka diduga melakukan penimbunan Minyak agar dijual ke masyarakat dengan harga lebih tinggi yakni Rp 13.000/liter khusus Kota Bobong. Harga BBM lebih melonjak lagi desa-desa diluar dari Kota Bobong bisa mencapai Rp 15.000-20.000/liter.

Mirto salah satu warga Kecamatan Lede membenarkan, Bahwa harga BBM diwilayah tersebut sangat tinggi harganya bisa mencapai Rp 15.000-20.000 perliter, Berbeda dengan Kota Bobong yang masih bertahan dengan harga Rp 13.000 per liter. Hingga saat ini harga masih tetap pada posisi yang sama, Belum lagi Instansi terkait Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) yang lupa akan Tupoksinya masyarakat semakin menjerit,Katanya.

“Dengan harga minyak ditingkat pengecer sangat mahal ini, Saya harap Dinas Perindakop dapat melakukan penertiban harga yang sengaja ditetapkan sepihak oleh pengusaha BBM. Bayangkan setengah botol aqua belum tentu sampai satu liter tapi harganya Rp 15.000-20.000,Ini untuk di wilayah Lede, Rp 13.000 harga Kota Bobong. Kenapa berbeda harga??, Karena wilayah Lede jauh dari perkotaan belum lagi jangkau daratnya pun sulit. Kesempatan itu diambil oleh pengusaha untuk bermain harga bensin,Ujar pria biasa disapa Papa Kendari itu,(Ciko/Isto).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini