MEDIA PURNA POLRI,NTT- Persoalan yang terjadi di SMAN 1 Fatuleu yang sempat diberitakan oleh media ini terkait “kurang fasilitas siswa duduk dilantai saat ujian dan ada pungutan Rp 100.000 uang pamit dan Rp 60.000 uang komite” akhirnya wartawan mediapurnapolri.net bersama beberapa awak media mengkonfirmasi kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Drs. Benyamin Lola, M.Pd di ruang kerjanya pada Selasa (21/5/2019).
Benyamin menyatakan bahwa dirinya baru saja menyetahui pesoalan ini. Untuk itu dalam waktu dekat dari Dinas akan turun memeriksa secara keseluruhan sekokah itu.
”Jujur Saya belum tahu sekolah itu letaknya dimana dan kondisinya seperti apa, tapi dengan informasi ini Saya akan dalami dan memeriksanya”, Kata Kadis.
Ia melanjutkan, terkait dengan pungutan Rp 100.000 untuk uang pamit dan Rp 60.000 uang komite di SMAN 1 Fatuleu itu diluar kontrol Dinas. Mungkin itu kesepakatan bersama antara mereka dan kami mendukung asalkan pungutan itu dipergunakan untuk tujuan yang baik. tetapi kalau tidak maka Saya tidak setuju.
Lebih lanjut dikatakan Benyamin, kedepan untuk uang komite bukan merupakan otonomi tanpa diaudit. tetapi Dinas harus tahu. Mereka harus melaporkan kepada Dinas kesepakatannya berapa dan penggunaannya untuk apa.
“Jangan sampai uang masyarakat dikumpulkan lalu tidak digunakan tepat sasaran. dan bukan sekolah yang mengkilat melainkan perut kepala sekolah yang mengkilat”, Ujar Benyamin Lola.
(Oscar MPP)



