
MEDIA PURNA POLRI,NTT – Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast S.I.K menanggapi postingan yang ada di media sosial Facebook meminta Kapolda NTT harus di copot itu salah alamat.
Pernyataan ini dikatakan oleh Kombes Pol Jules kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (28/3/2019).
Isu pencopotan Kapolda NTT, Irjen (Pol) Drs. Raja Erizman terjadi karena publik mulai di hebohkan dengan berita baik di media masa maupun media sosial tentang penyelundupan 41 Ekor Anak Komodo yang hendak di jual ke luar Negeri lalu ditangkap oleh Polda Jawa Timur.
“Isu ini di posting oleh Akun Facebook bernama Musa Alexander. Dengan isi postingannya, Sopi 1 jerigen, Polda NTT bisa endus, lalu sita. Tapi Komodo 41 ekor tak mampu jaga, di curi orang lain. Copot Kapolda NTT ! “.
Menanggapi postingan ini, Kombes Pol Jules menuturkan bahwa kalaupun ada media sosial (Medsos) yang neminta untuk mengganti atau mencopot Kapolda tentu kita juga harus mengevaluasi apakah memang pengawasan itu ada dalam pengawasan Pak Kapolda sehingga yang bersangkutan mengalahkan Institusi terlebih Pak Kapolda.

“Sejauh ini pengawasan TNK masih Berada pada pengawasan balai TNK. Jadi saya rasa salah sasaran. salah tempat tidak tepat kalau seseorang di medsos menjustifikasi dengan lolosnya Komodo itu salah Kapolda,” Katanya.
Ia melanjutkan, memang selama ini pengawasannya itu ada pada balai Taman Nasional Komodo (TNK). kita kadang-kadang dimintai bantuan pengamanan dalam hal melakukan pengawasan berupa patroli bersama bersifat temporer. Tidak setiap hari, setiap saat dan setiap waktu.
“Hanya dalam waktu tertentu. Seminggu atau dua minggu kita patroli bersama. Nanti ada permintaan kita lakukan lagi, ” Ucap Kombes Pol Jules.
Lebih lanjutnya, Sementara KP3 Laut adanya di Labuan Bajo. Dan jarak antara TNK dengan KP3 laut jaraknya sangat jauh kurang lebih tiga jam tempuh dengan kapal kayu atau speed boad.
Harapannya medsos harus Benar-benar pintar memilah mana yang menjadi kewenangan kami dan domain atau kewenangan dari instansi lain. Tentu kami tidak mau melangkahi sebab koordinasi kita tetap berjalan atas permintaan dari balai TNK. Jelas Perwira Tiga melati di bahunya.
(Oscar MPP)



