Jabar, MP-POLRI
– Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dari hulu ke hilir dalam penanganan kejahatan narkotika. Tidak sekadar menyasar pelaku di tingkat bawah, seluruh jajaran diminta membongkar jaringan hingga ke tingkat pengendali utama.
Hal tersebut ditegaskan dalam pembukaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Antik Lodaya 2026 yang digelar di Mapolda Jabar, Bandung.Rabu (30/9/2026) Pelatihan ini menjadi modal utama menyatukan persepsi dan cara bertindak personel sebelum operasi resmi diterjunkan selama 10 hari, yakni pada 7–16 Oktober 2026.
Irwasda Polda Jabar, Kombes Pol. Benny Subandi, menyampaikan bahwa operasi kali ini mengedepankan keterpaduan antar-fungsi. Informasi intelijen dijadikan fondasi utama dalam menentukan sasaran penindakan, yang dilanjutkan dengan langkah preemtif, preventif, hingga pengawasan ketat di ruang digital.
“Penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial. Setiap pengungkapan wajib dikembangkan untuk mengetahui siapa pengendalinya, dari mana barang berasal, bagaimana jalur distribusinya, hingga siapa saja yang terlibat dalam jaringan tersebut,” tegas Kombes Benny.
Langkah ini diambil untuk memutus rantai stimulus risiko yang selama ini memicu maraknya peredaran gelap narkoba di Jawa Barat.
Di tengah upaya penindakan yang progresif, Kombes Pol. Benny turut mengingatkan seluruh personel untuk tetap menjaga prinsip profesionalisme. Penindakan di lapangan wajib mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan koridor hukum yang berlaku.
Untuk memastikan hal tersebut, fungsi pengawasan internal dipastikan berjalan optimal guna mengantisipasi potensi penyimpangan maupun penyalahgunaan wewenang selama Operasi Antik Lodaya 2026 berlangsung. Setiap jajaran diharapkan dapat menjalankan tugas secara adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif demi menjaga kondusivitas wilayah Jawa Barat.
Bandung, 30 September 2026.
Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar.
(Hms_ben)



