Parung Panjang, Bogor, MP-POLRI –Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Parungpanjang–Bunar di wilayah Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, menuai sorotan dari masyarakat dan awak media. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi yang sedang dikerjakan, terutama pada item pekerjaan pasangan batu kali yang menjadi bagian dari struktur penahan tanah di sisi jalan.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lokasi, terlihat adanya beberapa bagian pasangan batu kali yang diduga mengalami keretakan pada bagian atas konstruksi. Bahkan pada beberapa titik, batu pasangan tampak tidak menyatu secara sempurna dengan adukan mortar sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai daya rekat dan kekuatan struktur dalam jangka panjang.

Dalam salah satu dokumentasi lapangan, terlihat adanya celah pada bagian konstruksi yang telah mengering. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa proses pengerjaan tidak dilakukan sesuai standar teknis konstruksi yang berlaku.

Selain itu, perhatian awak media juga tertuju pada material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut. Material yang disebut sebagai pasir untuk campuran mortar tampak berwarna abu-abu terang dan memiliki tekstur yang menyerupai abu batu atau material halus bercampur tanah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah material yang digunakan telah memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak maupun standar konstruksi nasional.

Pentingnya Standar Material dalam Konstruksi Infrastruktur

Dalam pekerjaan pasangan batu kali, kualitas mortar atau adukan merupakan faktor yang sangat menentukan kekuatan dan umur layanan bangunan. Mortar yang baik harus menggunakan material yang memenuhi spesifikasi, baik dari sisi kualitas semen, pasir, kadar lumpur, maupun komposisi campuran.

Secara umum, standar konstruksi mengharuskan agregat halus (pasir) yang digunakan untuk pekerjaan pasangan batu bebas dari kandungan lumpur berlebihan, bahan organik, maupun material lain yang dapat mengurangi daya ikat semen.

Apabila material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi, maka berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, antara lain:

Menurunnya daya rekat antara batu dan mortar.

Timbulnya retak dini pada struktur.

Berkurangnya kekuatan tekan pasangan batu.

Risiko kerusakan lebih cepat akibat pengaruh cuaca dan beban tanah.

Potensi kegagalan fungsi struktur penahan tanah.

Terlebih lagi, konstruksi yang berada di sisi badan jalan memiliki fungsi penting untuk menahan tekanan tanah dan menjaga stabilitas infrastruktur jalan agar tidak mengalami longsor atau penurunan badan jalan.

Pengawasan Kontraktor dan Konsultan Dipertanyakan

Temuan di lapangan juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan selama pelaksanaan proyek berlangsung.

Dalam setiap proyek Pemerintah, kontraktor pelaksana tidak hanya bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, tetapi juga wajib memastikan bahwa seluruh tahapan pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, konsultan pengawas memiliki tanggung jawab melakukan pengendalian mutu (quality control) terhadap seluruh pekerjaan yang dilaksanakan. Pengawas lapangan seharusnya melakukan pemeriksaan berkala terhadap:

Kualitas material yang masuk ke lokasi.

Komposisi campuran mortar atau beton.

Metode pelaksanaan pekerjaan.

Dimensi dan ketebalan konstruksi.

Kualitas hasil akhir pekerjaan.

Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, pengawas wajib memberikan instruksi perbaikan sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Dinas Terkait Diminta Turun Tangan

Karena proyek Rekonstruksi Jalan Parung Panjang–Bunar menggunakan anggaran daerah yang bersumber dari pajak masyarakat, publik memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana kualitas pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait diharapkan dapat melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung. Pemeriksaan tersebut penting dilakukan guna memastikan bahwa:

1. Material yang digunakan sesuai spesifikasi kontrak.

2. Metode pelaksanaan memenuhi standar teknis konstruksi.

3. Kualitas pasangan batu kali memenuhi persyaratan mutu.

4. Tidak terdapat potensi kerugian keuangan daerah akibat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Selain itu, transparansi hasil pengawasan juga penting agar masyarakat dapat mengetahui bahwa anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan berumur panjang.

Menyangkut Kepentingan Publik

Pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan fungsi infrastruktur dalam jangka panjang. Oleh karena itu, setiap pekerjaan yang dibiayai oleh APBD harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai standar mutu yang berlaku.

Masyarakat berharap proyek Rekonstruksi Jalan Parung Panjang–Bunar tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan konstruksi yang kokoh, aman, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

“Jika memang pekerjaan sudah sesuai spesifikasi, maka pihak pelaksana maupun pengawas tentu tidak perlu ragu untuk membuka data mutu pekerjaan, hasil uji material, serta dokumen pengawasan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan uang rakyat.”

Catatan Redaksi: Temuan visual di lapangan tidak dapat secara langsung membuktikan adanya pelanggaran spesifikasi teknis. Untuk memastikan kualitas pekerjaan diperlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut, termasuk pengujian material, pemeriksaan dokumen kontrak, serta klarifikasi dari kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan dinas terkait.

(MP-POLRI/M.Yusuf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini