
Parung Panjang, Kabupaten Bogor, MP-POLRI — Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Kali ini, seorang yang diduga berperan sebagai mafia solar subsidi bernama Odok warga Jagabaya disebut menyuplai solar bersubsidi ke PT MKPN Proyek perumahan di Desa Jagabita atas permintaan dari pihak oknum operator alat berat PT MKPN Proyek pembangunan perumahan Jagabita Desa Jagabita Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, solar subsidi tersebut diduga dibeli dari SPBU ke SPBU wilayah Parung Panjang menggunakan modus tertentu agar dapat lolos dari pengawasan petugas. Setelah berhasil diperoleh,BBM bersubsidi itu kemudian dikirim ke PT MKPN.
Lokasi proyek perumahan yang sedang berjalan di wilayah Desa Jagabita. Tidak hanya itu, penerima solar subsidi tersebut diketahui berasal dari pihak PT MKPN atas nama awalludin yang disebut-sebut merupakan mantan Sekretaris Desa (Sekdes).
Jagabita
Keterlibatan sejumlah nama dalam dugaan distribusi ilegal BBM subsidi ini menjadi perhatian masyarakat, Kamis (28/05/2026).
Praktik tersebut dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan subsidi negara yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, nelayan, petani, serta pelaku usaha mikro, bukan untuk kepentingan proyek besar maupun bisnis tertentu.
Keterlibatan oknum Operator alat berat PT MKPN bersama pensiunan aparat berinisial GD dalam dugaan pengondisian distribusi solar subsidi ini menjadi sorotan tajam publik. Aparat penegak hukum diminta tidak tutup mata dan segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap atas nama Odok jaringan mafia BBM subsidi yang diduga telah lama beroperasi di wilayah Jagabaya.
Masyarakat mendesak pihak terkait, mulai dari Kepolisian, Pertamina, hingga BPH Migas agar turun langsung menindak tegas seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu. Jika terbukti bersalah, para pelaku dapat dijerat Undang-Undang Migas karena menyalahgunakan distribusi BBM subsidi yang merugikan keuangan negara dan masyarakat.
Selain merugikan negara, praktik mafia solar subsidi juga berdampak pada kelangkaan BBM subsidi di lapangan, sehingga masyarakat kecil sering kesulitan mendapatkan hak mereka.
Kasus ini kini menjadi perhatian warga sekitar yang berharap aparat segera membongkar dugaan permainan solar subsidi tersebut hingga ke akar-akarnya.
(Team Media Purna Polri)



