MEDIA PURNA POLRI,KEPSUL- Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), telah membuka posko penerimaan tenaga guru Kontrak dan tenaga guru Honor Daerah (Honda) yang berlokasi di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangole Utara dan Desa Dofa, Kecamatan Mangole Barat tanpa kordinasi dengan kepala Dinas Pendidikan Kepsul Arif Umasugi. sebab, Kabid GTK diduga memanfaatkan kegiatan itu sebagai alat politik.
Hal ini diakui Kepala Dinas Pendidikan Kepsul Arif Umasugi saat ditemui media ini Kamis (14/3/2019), menyebutkan, pembentukan dua posko tersebut tanpa ada kordinasi dengan pihaknya. Ia juga mengaku kaget saat mengetahui setelah kedua posko itu sudah resmi dibuka oleh Kabid GTK beberapa hari lalu, katanya.
“Kabid GTK buka dua posko itu Saya sendiri tidak tahu karena dDia (Kabid red) tidak kordinasi dengan Saya. Saya tahu, itu dia sudah resmi Posko, jadi apa yang harus Saya jelaskan di Pablik terkait Posko tersebut,” Jawab singkat Kadiknas Arif sapaan akrab.
Menurut salah satu sumber yang enggan namanya di publikasi, menyebutkan, Kabid GTK diduga terlibat dalam Politik praktis, pasalnya, keterlibatan Dia sangat tidak nampak karena permainannya lewat ketua tim pememang di Desa-Desa yang mengambil nama yang akan ikut seleksi Honda dan Kontrak.
“Saya sendiri disuruh kasih masuk nama di ketua tim pemenang salah satu Caleg di Dapil III Desa Capalulu, nama itu nanti ketua tim yang kasih masuk di Pak Kabid GTK dengan iming-imingan Saya akan diloloskan dari seleksi Honda atau kontrak asal nanti iko Caleg yang dimaksud” Jelas sumber media ini.
Kabid GTK Amir Rajab, Persoalan pendirian posko, secara internal kami telah berkonfirmasi dengan sekretaris panitia atas alasan dan pertimbangan yang logis untuk memudahkan pelayanan. Ia menjelaskan bahwa UPTD Pendidikan Kecamatan Mangoli Barat mereka bukan panitia, namun tidak terlepas juga bahwa mereka adalah bagian dari pegawai perpanjang tangan dari Diknas dilapangan. oleh karena itu, dugaan politisasi tidak benar.
“Persoalan penilaian miring dari siapapun Saya siap bertanggung jawab karena tujuanya baik yakni memudahkan pelayanan. Dan tidak ada indikasi politisasi Saya hanya menyampaikan kepada mereka agar lebih selektif untuk memudahkan para calon pendaftar yang memang betul-betul berada dalam wilayah dua Kecamatan ini,” kata Amir melalui rilis yang diirim via Whatsap.
Menurut Amir, pihaknya sendiri sebagai ketua panitia menyampaikan kepada kepala UPTD untuk membuka posko informasi dan bertugas untuk menerima berkas pendaftaran untuk nantinya dibawa ke panitia peneriman di Sanana karena atas keluhan-keluhan guru honor terkait dengan pembiayaan ini dilakukan dengan pertimbangan efektifitas pelayanan sehingga dapat menghindari pembiayaan yang begitu besar bagi calon guru kontrak dan guru honda yang berada di dua Kecamatan yaitu Mangoli Utara dan Mangoli Barat sebab dari aspek rentang kendali dan juga disaat yang sama ada sebagian sekolah telah melaksanakan evaluasi tengah semester, Jelas Kabid Amir.
Selain itu, Kabid GTK tidak menjelaskan alasan pembukaan dua Posko di Desa Dofa dan Desa Falabisahaya tanpa kordinasi dengan kepala Dinas Pendidikan sesuai pengakuan Kadis Pendidikan bahwa benar dirinya tidak dikonfirmasi. tentunya, pembukaan Posko sepihak atau kebijakan Kabid GTK sendiri. (Isto)



