Jatinangor, MP-POLRI

– Universitas Koperasi Indonesia – IKOPIN University – di akhir bulan April ini menggelar Bedah Buku Koperasi Kuantum Membangun Peradaban Dari Pedalaman Karya Prof.Dr. Ir. Agus Pakpahan MS , di Gedung Bustanil Arifin Lt 1 Jl. Jatinangor Sumedang (23/4/26).

Hadir sebagai penanggap(reviews) masing masing Prof.Dr. Sugiyanto.,SE.,MSc dan Dr (Cand) Yudi Haryadi, SE.,MM.

Dalam pandangan Yudi Haryadi karya tulis *Koperasi Kuantum* ini bukan sekedar karya akademik, melainkan sebuah refleksi mendalam yang lahir dari sebuah kegelisahan intelektual sekaligus pengalaman empiris panjang. Buku ini menghadirkan sesuatu yang jarang ditemukan dalam literatur koperasi; keberanian untuk keluar dari arus utama dan menawarkan cara pandang baru yang lebih utuh,lebih manusiawi dan lebih kontekstual dengan realitas Indonesia.

Prof Dr Agus Pakpahan yang juga Rektor Universitas Koperasi Indonesia mengajak pembaca untuk merenung. Ada kritik yang tajam namun elegan terhadap dominasi paradigma ekonomi konvensional yang cenderung mekanistik. Penulis tidak sekedar menyalahkan, tetapi menunjukkan keterbatasan cara pandang tersebut dalam memahami realitas sosial ekonomi yang komplek,terutama dalam konteks koperasi.

Di titik ini pandangan penulis sangat relevan, terutama untuk para akademisi dan praktisi yang selama ini merasa “ada yang kurang” dalam menjelaskan keberhasilan maupun kegagalan Koperasi di lapangan.

Kekuatan pemikiran penulis terletak pada kemampuannya menjembatani antara pengalaman empiris dan refleksi filosofis.

Studi tentang Koperasi Kredit Keling Kumang

bukan hanya disajikan sebagai kisah sukses,tetapi sebagai ” Laboratorium Hidup ” yang melahirkan konsep Koperasi Kuantum

Dari perjalanan panjang koperasi tersebut yang tumbuh dari ruang yang sederhana sampai menjadi institusi besar, yang kemudian dapat dimaknai bahwa koperasi sejatinya adalah sistim hidup ( living system) bukan sekedar entitas ekonomi.

Konsep Kuantum yang digunakan dalam karya ini bukan dalam artian fisika murni, melainkan sebagai metafora yang sangat kuat untuk membantu kita dalam memahami bahwa koperasi dibangun oleh relasi, kepercayaan, kesadaran dan nilai. Dimana aspek aspek tersebut selama ini dianggap “tidak terukur” justeru menjadi inti kekuatan koperasi. Lebih jauhnya terdapat Lima Pilar yang ditawarkan, yaitu Medan Kesadaran,Keterjeratan, Super Posisi,Efek Pengamat dan Keutuhan telah memberikan kerangka baru yang segar sekaligus menantang untuk difahami lebih lanjut.

Selanjutnya Yudi Haryadi menjelaskan faktor yang menarik dari karya Prof.Dr. Agus Pakpahan ini adalah tidak berhenti pada tataran konsep,namun penulis lebih jauh merumuskan parameter parameter yang dapat digunakan untuk membaca dan mendiagnosis kesehatan koperasi secara holistik. Ini menunjukkan bahwa gagasan besar yang ditawarkan tidak berhenti sebagai wacana,tetapi memiliki potensi implementatif yang nyata,baik dalam melahirkan riset riset baru maupun sebagai panduan reflektif untuk para praktisi dalam membangun koperasi yang lebih berdaya.

Sebagai sebuah karya tulis,buku ini terasa hidup; reflektif,naratif dan sekaligus argumentatif yang terjalin dengan baik. Bahasa yang digunakan sangat mudah difahami ,namun tetap menjaga kedalaman ilmiah. Karena itu buku ini tidak hanya layak dibaca oleh kalangan akademisi, tetapi juga oleh para praktisi koperasi dan siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

@ Yudi Haryadi

Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung, Penulis dan Praktisi Lembaga Keuangan Mikro Syariah,Tokoh Koperasi Nasional, Instruktur dan Pendamping UMKM dan Pengurus DPD IKAL Lemhannas Jabar.

(Hms_ben/gjr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini