
Hulu Sungai Tengah, MP-POLRI – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Provinsi Kalimantan Selatan sukses menyelenggarakan kegiatan konsolidasi selama dua hari, pada 29-30 Desember 2025. Acara yang berpusat di Riam Bajandik, Desa Haliau, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ini dihadiri oleh perwakilan lembaga adat dari seantero Kalsel.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua PW AMAN Kalsel, Rubi, S.Pd., S.H., dan terbagi dalam dua fokus utama. Hari pertama diisi dengan kegiatan Community Organizer (CO) untuk meningkatkan kapasitas pengorganisasian dan perjuangan hak wilayah adat. Sesi kedua, yang berlangsung keesokan harinya, difokuskan pada konsolidasi dan penyelarasan data pemetaan wilayah adat sebagai basis perjuangan hukum dan pengakuan hak.
“Kegiatan ini untuk memperkuat komitmen dan semangat juang masyarakat adat di wilayah masing-masing,” tegas Rubi dalam sambutannya, didahului sambutan antusias dari Ketua DAMANWIL.
Acara dihadiri oleh perwakilan PD AMAN Kota Baru, Banjar, Tapin, HST, Hulu Sungai Selatan (HSS), serta BPAN Tabalong dan BPAN AMAN HSS. Materi teknis dan strategis disampaikan oleh narasumber dari PPMAN Kalsel, Dairatman, S.H., dan Wira Surya Wibawa, S.H., yang mencakup pengorganisasian, pemetaan, serta strategi advokasi.
Kegiatan berjalan lancar dan diwarnai diskusi serta partisipasi aktif seluruh peserta, merefleksikan komitmen bersama dalam memperjuangkan pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat Kalimantan Selatan.
(MY)



