Curup, Rejang Lebong Bengkulu, MP-Polri – Kondisi pasar tradisional Pasar Atas Curup kini semakin memprihatinkan. Tumpukan sampah yang sudah empat hari tidak diangkut membuat bau menyengat menyeruak ke seluruh area pasar. Warga dan pedagang mengaku resah dan khawatir munculnya penyakit, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rejang Lebong belum juga mengambil tindakan nyata,Rabu (12/11/2025).

Sampah yang berasal dari aktivitas jual beli pasar kini menumpuk di sekitar tempat pembuangan. Tak hanya menimbulkan bau busuk, tumpukan itu juga mengundang lalat dan menciptakan pemandangan yang tak sedap.“Sudah empat hari sampah di sini tidak diangkut. Baunya luar biasa, bikin mual. Kami takut nanti ada penyakit yang menyebar,” ujar Siti Rahma (42)salah satu pedagang di Pasar Atas Curup, Rabu (12/11/2025).

Keluhan juga datang dari warga sekitar yang berharap pemerintah daerah cepat tanggap. Mereka menilai lambannya penanganan ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat “Kalau dibiarkan terus, ini bisa jadi sumber penyakit. Kami minta DLH segera turun tangan,” kata Rizal,warga Kelurahan Pasar Atas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DLH Rejang Lebong belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pengangkutan sampah tersebut. Warga menduga adanya kurangnya pengawasan dan manajemen buruk dalam pengelolaan sampah,bahkan menyebut hal ini sebagai “potret buruk birokrasi” di tingkat daerah.

Masyarakat berharap Bupati Rejang Lebong dan DLH segera bertindak cepat agar masalah ini tidak semakin parah dan pasar kembali bersih serta nyaman dikunjungi.

(fds)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini