REJANG LEBONG,MPP – Mulai terkuak kebobrokan proyek bedah rumah di Dinas PUPR Rejang Lebong. Info terbaru ada dugaan pungutan liar ( pungli) oleh oknum pendamping kepada calon penerima bantuan bedah rumah.

Dengan dalih uang administrasi agar proses lancar. Setiap penerima diminta administrasi Rp 300.000. Infonya, ulah oknum pendamping diketahui oleh Kabib Cipta Karya Dinas PUPR yang juga sebagai leding sektor bedah rumah tahun 2023.

Tak hanya, ada pungli tapi pembelian seng juga dipertanyakan. Seng yang diterima pemilik rumah sangat tipis dengan harga perkodi yang diambil dari toko milik oknum TNI Rp 700 ribu perkodi.

Sedangkan didalam spek seng bergelombang Rp 1,3 juta perkodi.” Tipis nian seng nyo pak. Idak kito terima namonyo bantuan Yo kito terima ajo” ujar salah satu penerima bantuan.

Ketika dikonfirmasi Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Rejang Lebong Luhur Budi Santoso, ST Senin 18/12/2023 mengatakan mungkin saja terjadi kesepakat antara pendamping dengan penerima bantuan. ” Memang biaya administrasi Idak ado.itu mungkin ada kesepakatan mereka.

Tapi kami Idak tahu yang sebenarnya,” kata Luhur.
Terkait soal harga seng Luhur menyarankan agar menanyakan langsung ke toko tempat pembelian seng tersebut. ” Itu saya tidak tahu harganya. Tanyo aja ke toko itu,” elak Luhur Budi.

Fds

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini