
Media Purna Polri, NTT — Terkait dengan Event Pariwisata Tour di Timor yang rencananya akan di laksanakan tanggal 4 – 8 Desember 2018 akhirnya di Tundah atau batal di laksanakan.
Hal ini dikatakan kepala dinas Pariwisata Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Djelamu kepada awak media melalui Konferensi Pers di kantor dinas Pariwisata Provinsi NTT, Senin (26/11/2018).

Menurut Marius, ditundahnya Event Pariwisata Tour di Timor karena Gubernur NTT Ingin membuat Grand Desain yang beri manfaat bagi daerah dan Masyarakat.
“Iya, Pk gubernur Ingin buat grand desain yang beri manfaat bagi daerah dan masyarakat”, kata Marius.
Ia mengatakan, tentang penundaan Event Pariwisata Tour di Timor 2018, karena berdasarkan hasil evaluasi Pemprov NTT bahwa efek dari event ini selama dua tahun berturut-turut sejak 2016 dan 2017, tidak memberi efek baik dari segi promosi pariwisata maupun manfaat ekonomi bagi masyarakat di daerah destinasi wisata yang disinggahi dalam event itu. Sehingga perlu di buat grand desain yang baru terkait event Tour di Timor agar tidak hanya sebatas konsep tapi benar-benar memberi manfaat bagi promosi pariwisata maupun peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah destinasi pariwisata agar sejalan dengan program Pemerintah Provinsi NTT untuk menjadikan pariwisata sebagai “Leading Secktor” perekonomian.
Lebih lanjut Marius, Terkait dengan Tour de Flores 2016/2017 kemarin, gubernur ingin anggaran yang sudah dikeluarkan seharusnya meningkatkan ekonomi masyarakat dan kunjungan wisata, tetapi malah sebaliknya tidak memberikan aspek keuntungan ekonomi bagi masyarakat di lintasan Tour de Flores.
Faktanya dari kedua event itu masyarakat belum memperoleh asas manfaatnya.
Melihat dari aspek ini maka gubernur menilai event itu hanya pemborosan dan habiskan anggaran.
Untuk itu maka, Grand desain pelaksanaan event Tour di Timor nanti akan diubah agar pariwisata di tiap daerah bisa lebih maju dan diangkat ke mata dunia dan ekonomi masyarakat sekitar tempat wisata bisa meningkat. Pungkas Marius menutup pernyataannya.
(Oscar Media Purna Polri)



