MEDIA PURNA POLRI,HALUT – Gabungan Komisi II dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan pertemuan dengan PT. MNS (Multi Nabati Sulawesi) Pabrik Minyak Kelapa terbesar di Indonesia bagian Timur yang berlangsung di kantor PT. MNS di Bitung (Kamis 13/9/2018).
Dalam Kunjungan Kerja (Kuker) DPRD ke PT. MNS untuk meminta agar PT. MNS membangun Pabrik Minyak Kelapa di Halut yang berlokasi di Desa Tomahalu Kecamatan Tobelo Selatan.
Salah satu anggota DPRD Halut Fahrudin Hamiru kepada Mediapurnapolri.net lewat via telepon dan pesan WhatsAppnya (Kamis 13/9/2018) siang tadi mengatakan, Harga Kopra di Halut dan Malut secara umum anjlok dan solusinya harus ada Pabrik Minyak Kepala agar harga Kopra bisa stabil. Dan dari hasil pertemuan tersebut PT. MNS merespon baik untuk membangun Pabrik Minyak Kelapa.
Ia berharap agar Pemda merespon cepat untuk menyiampkan data-data dan infrastruktur pendukung untuk berdirinya Pabrik Minyak Kelapa PT. MNS di tobelo dan Harapan PT. MNS pada petani kopra di Halmahera agar menjaga kualitas kopra jangan seperti setengah masak dan warnanya sampai hitam itu juga salah satu faktor harga kopra jatuh”. Katanya.
Sementara itu, Akademisi Universitas Khairun dan juga Dosen Fakultas Ekonomi Muhajir Zam Zam mengatakan, Salah satu problem harga Kopra menurun akibat pengaruh harga Kopra dunia termasuk melanisme pasar, Terjadi kompetisi dengan kelapa sawit, termasuk proses produksi.
“Kita di Maluku Utara pada umunya masyarakat petani terutama petani kelapa, Akibat dari harga Kopra menurun berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat, Dan berakibatnya daya beli masyarakat juga menurun”.Ungkapnya.
Ia sangat mengapresiasi dengan DPRD Halut yang telah berupaya untuk menghadirkan Pabrik Minyak Kelapa di Halut melalui kerja sama dengan perusahaan PT. MNS (MPP/Alan)



