MEDIA PURNA POLRI,JAKARTA- Terkait kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan tewasnya pengendara motor (Abdullah) di kawasan Kayu Besar, Tegal Alur Kalideres Jakarta Barat oleh sebuah drump truck beberapa hari lalu, sampai kini, pihak Kepolisian Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat masih menyelidiki aksi anarkis yang dilakukan warga terhadap pengerusakan sejumlah mobil drump truk.
Kapolsek Kalideres Kompol Pius Ponggeng SH mengatakan, sampai kini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait pelaku yang melakukan pengerusakan dump truck. Diketahui, pelaku pengerusakan dilakukan oleh anak-anak.
“Kebanyakan (pelaku) dilakukan oleh anak-anak rata-rata umurnya berkisar 10-15 tahunan,” Ujar Pius, Rabu (12/09/18).
Meski dengan begitu, lanjut Pius, pihaknya masih menyelidiki dan mencari orang-orang yang melakukan aksi pengerusakan terhadap mobil dump truck. Terkait aksi anarkis yang dilakukan terhadap anak di bawah umur tersebut, pihak Kepolisian memanggil perwakilan dari orangtua dan Tokoh masyarakat setempat.
“Kami pastikan proses hukum tetap berjalan. Jadi nanti kami minta orangtua mereka menghadirkan, yang nantinya tidak menutup kemungkinan ada perwakilan RT/RW yang mendampingi untuk mediasi di sini (Polsek Kalideres),” Lanjut Kapolsek.
Kompol Pius menegaskan, tidak ada provokator dalam aksi pengerusakan tersebut, ia memastikan aksi tersebut adalah aksi spontanitas.
“Tidak ada yang memprovokatori, mereka melakukan (pengerusakan) secara spontanitas karena emosi,” Katanya.
Warga yang terbawa emosi atas kematian korban membuatnya menjadi geram lantaran truk-truk yang melintas di kawasan Kamal dilalui pada jam-jam keramaian dan dinilai sangat mengganggu dan sering memakan korban.
Warga sekitar pun menginginkan jam operasional truk itu dibatasi dan boleh melintas pada pukul 01.00 hingga pukul 05.00 WIB.(Indra)



