MEDIA PURNA POLRI,JAKARTA- Satlantas Polres Jakarta Pusat tidak mau hanya berdiam diri. Mulai dari pelaksanaan pengamanan hingga pengaturan dan rekayasa lalu lintas, untuk mensukseskan seluruh event pagelaran Asian Games yang ke-18, Kasat Lantas Polres Jakarta Pusat menyediakan tenaga penerjemah bahasa asing.
Menurut Kasat Lantas Polres Jakarta Pusat, AKBP Juang andi Priyanto mengatakan, “Tenaga penerjemah bahasa asing merupakan inisiatif demi mendukung pelaksanaan Asian Games, terutama hal-hal yang menyangkut komunikasi antar individu antara tuan rumah dengan tenaga official, atlet maupun jurnalis asing.” Ucap AKBP Juang.
“Kehadiran mereka (penerjemah) dapat membantu agar adanya koordinasi dan komukasi yang baik,” Tambah AKBP Juang
“Dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki kita dapat berkomunikasi dengan para atlet dan official asing,” Ujar AKBP Juang.
“Waktu marathon kemarin, tepatnya di depan Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, banyak atlet dan official yang senang adanya penerjemah yang turut memberikan petunjuk rute lomba,” Tutur AKBP Juang.
Seorang Penerjemah Kuasa 4 Bahasa Asing yang di pilih oleh AKBP Juang yakni Dony Halomoan Soregar warga Semarang, sengaja datang ke Jakarta atas permintaan Satlantas Polres Jakarta Pusat untuk menjadi penerjemah bahasa asing.
Lulusan S1 Politik Undip Semarang dan S2 MBA Ming Chuan Universitas Taiwan tersebut menguasai tiga bahasa, meliputi Inggris, Mandarin, Rusia dan Indonesia.
Meski harus ngekost selama di Jakarta, namun ia tetap semangat dalam membantu amanah yang dipercayakan.
“Waktu itu ada informasi bahwa Satlantas Jakarta Pusat membutuhkan penerjemah untuk mendukung anggota selama event ASIAN Games 2018, Saya merasa terpanggil, mulai pada tanggal 20 Agustus 2018 Saya sudah berada di Jakarta dan langsung bertugas,” Ucap Dony ketika diwawancarai melalui sambungan telepon, Jum’at (31/8/2018).
Selama menjalankan tugas (penerjemah), faktor cuaca Jakarta yang begitu panas menjadi kendala buatnya. Namun karena semangat kekeluargaan dan kebersamaan mampu meruntuhkan setiap kendala.
“Saya rasa kalau kendala itu relatif mas,hanya saja tantangan selama event ini adalah faktor cuaca yang sangat panas. Namun karena faktor kekeluargaan dan kebersamaan dengan sesama anggota, tantangan di atas tidak menghalangi kinerja kami semua,” Pangkas Dony.
“Bisa ikut menyukseskan event ini menjadi kebanggaan bagi Saya, bisa berjumpa dengan banyak orang baru dari Negara-negara Asia dan merasakan vibe “energy of Asia” itu sendiri dengan tagline Asian Games tersebut,” Jelas Dony.
Kesan positif lainnya adalah ketika harus kerjasama dengan pihak Kepolisian.
“Bekerjasama dengan anggota Kepolisian telah mengubah mindset Saya terhadap anggota Kepolisian yang awalnya Saya rasa akan menjadi kaku berubah menjadi hangat dan sangat kekeluargaan,” Tutur Dony.
(Willy)



