MEDIA PURNA POLRI,LAMPUNG SELATAN- Dugaan Pengurangan Volume Anggaran sejumlah proyek yang dikerjakan Pihak Cv Rido Sejahtera pada sejumlah titik,Sepertinya akan berurusan dengan pihak penegak hukum.Pasalnya,Pihak rekanan,Widodo,‘Bersembunyi’.
Meski sebelumnya Tim Media Purna Polri turun kelokasi,Kontraktor dan pihak konsultan bersembunyi.Kuat diduga CV Rido melakukan pengurangan Volume anggaran atas sejumlah proyek di Bumi Ruai Jurai Itu.
Dan dihubungin melalui via ponsel,Saudara Widodo belum memberikan Klarifikasi, bahwa proyek-proyek tersebut diduga asal jadi dan tidak sesuai aturan,Namun anehnya, setelah tahu proyeknya diberitakan atas dugaan itu,tidak ada satu pun pihaknya kelihatan dilapangan, mereka tidak ada dilokasi,yang ada hanya para pekerja,Begitupun dengan saudara yang dimaksud selaku pelaksana proyek-proyek itu.
Sebelumnya diberitakan, bahwa sejumlah proyek di Dinas (PUPR)Kabupaten Lampung Selatan, terindikasi Korupsi dan ditengarai tidak sesuai spesifikasi.
Diantaranya, proyek peningkatan jalan di Dusun Tegal Rejo Desa Trans Tanjungan senilai Rp583.000.000,Lainnya proyek Jalan Hotmix di Desa Neglasari ketika diuji coba jalannya bergelombang dan aspalnya pun ada yang sudah retak-retak.
Hasil Investigasi Sumber Media Purna Polri sejumlah kegiatan yang telah dikerjakan itu tidak sesuai RAB.Serta,dari Kuantitas dan Kualitas pekerjaan diduga terjadi asal-asalan.
Dan Masih Menurut Sumber Media Purna Polri harusnya tertulis pada plank Anggaran Proyek pembangunan peningkatan jalan Dusun Tegal Rejo Dengan Nilai Rp. 588,000,000,(Lima Ratus delapan puluh delapan juta rupiah)berbeda ditulis diplank Tegal Rejo pada plank itu Anggaranya Rp.583.000.000(Lima Ratus delapan puluh tiga juta rupiah)Ini ada apa.
Dan pada plank sengaja tidak ditulis panjang lebar,Padahal panjang ruas jalan Tegal Rejo itu 780 meter dan lebar 3 meter, dengan ketebalan 4cm,dalam masa pekerjaan 90 hari kalender”Jelas sumber yang namanya enggan di publikasikan,Sabtu(25/08).
Ini kejangalan dugaan kecurangannya di antaranya:
1.Pemasangan aspal jenis lapen cuma 5 hari
2.Pemakaian aspal dalam per seratus meter
Cuma memakai 3 drum.
3.Waktu pemasangan aspal hotmix jenis ac wc hanya Satu hari saja,padahal harusnya pemasangan aspal jenis
Hotmix ac wc ditetap kan ketebalan 3 centi meter S/d 4 centi meter dan ini yang digelar aspalnya cuma 1,5 cm S/d 2 centimeter disinilah bentuk indikasi dugaan korupsinya,sehingga ada kerugian Negara.
Dikomfirmasi terpisah,Sukardi Kepala UPT Pekerjaan Umum(PU)Katibung sampai berita ini terus disusun sayangnya belum memberikan tanggapan terkait dugaan Pengurangan volume anggaran sejumlah proyek Setempat.(Hen/Asmawan/Team Media Purna Polri)



