MEDIA PURNA POLRI,LAMANDAU – Kendala PDAM Lamandau saat di konfirmasi,kekurangan Kapasitas yang di katakan,” Ahmad Syaiful Anwar,S,Sos.di Rektur PDAM tersebut.
Kapasitas yang ada ya itu sebesar 40 Liter/Detik.Sudah kurang mampu untuk melayani pelanggan (PDAM).
Yang tersebar dalam kota Nanga Bulik,dimana saat ini jumlah pelanggan (PDAM) per Juli 2018 sebanyak 3.424 sambungan rumah.
Jaringan distribusi yang lumayan panjang dengan berkembangnya kota Nanga Bulik. Dan sekitarnya serta terbukanya Wilayah-wilayah pemukiman baru diperlukan adanya penambahan jaringan, terutama jaringan distribusi,untuk menjangkau wilayah-wilayah tersebut.
Hampir 85 persen ,Warga kota Nanga Bulik yang menggantungkan air bersih dari (PDAM) Kabupaten Lamandau,karena kondisi Geografis kota Nanga Bulik Yang sulit untuk mendapatkan Alternatif lain.
Untuk mendapatkan air bersih,sehingga ketergantungan masyarakat,khususnya kota Nanga Bulik dan sekitarnya sangat besar kepada (PDAM) Kabupaten Lamandau untuk menyediakan air bersih,”jelasnya dengan Jujur.
Harapan PDAM Lamandau,Adanya perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lamandau untuk membantu PDAM Lamandau dalam meningkatkan pelayanan Air Bersih.
Dalam hal ini dapat berupa menambah kapasitas (IPA) linstalasi Pengolahan Air dan penambahan jaringan distribusi Untuk menjangkau daerah-daerah pelayanan dan pemukiman di kota Nanga Bulik dan sekitarnya.
Disamping itu juga (PDAM) Kabupaten Lamandau mengaku keterbatasan pelayanan,untuk sementara ini akibat seperti hal-hal yang disebut diatas. Lain juga tentang besarnya biaya operasional PDAM Kabupaten Lamandau dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
(Sahwandi)



