MEDIA PURNA POLRI,BOGOR – Sudah cukup lama Karang Taruna Tunas Perkasa Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Mati suri dalam berorganisasi sosial,  salah satu alasannya adalah karena banyak yang sibuk dengan kehidupan diri sendiri,  ada yang kuliah,  bekerja & sudah menikah.

Sekretaris Desa Lumpang Toni Lemon, S.Sos, mengatakan satu hal agar Karang Taruna Tunas Perkasa tidak mati suri yaitu dengan dihidupkan kembali, saat diwawancara oleh salah satu wartawan saat sedang pelatihan di pantai Carita Pandeglang Banten sabtu 21 juli 2018.

“Ya mangkanya kita pancing dalam usaha-usaha ini kita gali,  mangkanya supaya tidak mati suri,  adanya BUMDes digerakan usaha-usaha Karang Taruna dalam bentuk peternakan,  Pertanian misalnya begitu dalam peternakan apa mau usaha dengan domba, pemeliharaan domba,  sebagai contoh untuk perikanan kecamatan Parungpanjang sudah berjalan yaitu Desa Kabasiran dengan diadakannya budidaya ikan lele, nah mungkin dari desa Lumpang kita ambil dari peternakan,  bisa saja dengan budidayakan domba, apa segala macam itu, kita gerakan lagi Karang Taruna, begitu ucapnya.

Hal yang sama diucapkan oleh ketua Kesejahteraan Sosial Karang Taruna Kabupaten Bogor, Agung Gunardi,  S.IP.

“Ya artinya kembali kepada komitmen bersama karena Karang Taruna ini lembaga dan kesadaran sosial yang dimulai dari oleh dan untuk masyarakat khususnya pemuda, artinya pengoraganisasian disini artinya bersama administrasi,  ketika administrasi Dan management tersusun dengan baik dan perencanan ini In Sya Allah apa yang menjadi keinginan  berorganisasi di Desa Lumpang bisa tertata”.

“Kemudian bagaimana mengembalikan perasaaan organjsasi sosial,  harus diadakannya pelatihan-pelatihan sosial umum itu dilakukan oleh Karang Taruna itu sendiri,  seperti pelatihan dasar kepemimpinan, pelatihan usaha kesejahteraan sosial Dan yang ketiga wirausaha pemuda”.

“Harus mempunyai sumber keuangan harus mempunyai kas atau iuran yang pada dasarnya membantu kegiatan-kegiatan dalam pertemuan-pertemuan, untuk konsumsi atau mungkin bisa disiasati dengan proses arisan, dari 10 orang 20 orang anggota silahkan memwbentuk arisan, disisakan 10% nya dalam arisan itu untuk kas Karang Taruna”.

” Yang kedua sumber-sumber keuangan Karang Taruna bisa didapatkan dari mana saja,  yang pertama ya anggaran desa,  apapun yang menjadi kegiatan Karang Taruna semua masuk kedalam perencanaan kegiatan pembangunan Desa.”

“Dan terakhir bisa dari mana saja Karang Taruna bisa mendapatkan biaya, ya bisa dengan usaha-usaha apa saja yang terpenting tidak melanggar peraturan Dan Undang-Undang yang ada”. (Hari & Yusuf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini