MEDIA PURNA POLRI,SUMUT- Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpau (tengah) didampingi Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Tri Widodo (kanan) dan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kiri) bersama sejumlah Tokoh Agama saat mengumumkan Sumut Siaga 1 di Restoran Garuda Medan, Senin 14/5/2018.
Menyusul serangkaian serangan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut) memberlakukan siaga satu, memperketat keamanan untuk mencegah terjadinya hal serupa.
Hal itu disampaikan Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada sejumlah wartawan usai pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) dan para Pemuka Agama di Restoran Garuda Jalan Pattimura Medan, Senin (14/5).
“Diberlakukannya siaga satu sejak tadi malam, untuk mencegah aksi terorisme, antisipasi menjelang bulan Suci Ramadan,” Ujar Waterpauw.
Ia menjelaskan, pasca terjadinya serangan teror bom, gejala kemungkinan akan terjadi masih ada.
Sementara itu, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Tri Widodo mengatakan bahwa mereka akan bersinergi untuk membantu pihak Kepolisian.
“Semua kekuatan dan kemampuan, kami telah siapkan untuk bersinegi dengan rekan-rekan Kepolisian dan mem-back up semuanya,” Ucap Ibnu.
Di lokasi yang sama, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi meminta semua pihak agar turut serta menjaga keamanan di Sumut.
“Sumut pernah mengalami sejumlah aksi teror bom di rumah-rumah ibadah. Untuk itu mari kita menjaga keamanan di Sumut dan jangan mudah terprovokasi,” Pesan Erry.
Mewakili Tokoh Agama, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Prof DR H Abdullah Syah MA menyampaikan pesan agar para Mubaligh atau Ustaz ketika berceramah memberikan pesan yang menyejukkan.
“Kita tidak bisa hidup sendiri tapi kita hidup berdampingan dengan Agama lain. Karena itu kita harus saling menghormati antar Umat Beragama,” Pintanya.
Menjelang bulan Suci Ramadan, Abdullah Syah yang akrab disapa Buya itu mengimbau agar yang menjalankan Ibadah Puasa dan yang tidak dapat saling menghormati. (JL/SG Team MPP)



