Media Purna Polri_Jembrana(5/7/2020) – Para nelayan di Desa Perancak mengeluh penurunan pendapatan selama masa pandemi corona.Hal ini tentu sangat merepotkan mereka mengingat tingkat kebutuhan hidup sehari-hari yang harus tetap terpenuhi.”Terjadi penurunan yang didapatkan oleh para nelayan di Desa Perancak”ungkap I Made Lugra Mahardika,I Gede  Diatmika Yasa dan I Ketut Loster.

“Sudah sekitar tiga bulan terakir ini pendapatan para nelayan mengalami penurunan  yang sangat drastis sejak muncul nya Pandemi covid-19”ujar I Made Lugra Mahardika.

Boleh dikatakan bahwa kondisi cuaca saat ini sangat tidak mendukung untuk melaut,karena para nelayan kecil harus membutuhkan dua mesin untuk tetap melaut,tetapi karena mereka tidak bisa membeli dua mesin terpaksa mereka menggunakan satu mesin.Terkadang juga saat cuaca tidak mendukung sekali mereka terpaksa meminjam satu mesin lagi ke nelayan lain supaya tetap bisa melaut.

Namun ikan-ikan hasil tangkapan mereka ini seperti ikan tongkol dan tenggiri masih murah dibeli oleh tengkulak,kecuali jenis ikan layur yang masih mahal terjual.Karena masih mengandalkan hasil penjualan dari ikan layur saja maka kini pendapatan turun hingga 70persen dari biasa nya.

I Made Lugra Mahardika mengatakan bahwa saat ini harga jual ikan layur berada dikisaran rp.12.000; sampai rp.35.000; per kilogram nya.Setiap kali melaut ,para nelayan rata-rata hanya bisa menangkap 30 sampai 50 kilogram.Terkadang sama sekali tidak mendapat ikan.Di samping itu setiap kali melaut para nelayan sudah pasti mengeluarkan biaya operasional setiap kali akan melaut.Pendapatan mereka hanya Rp.100.000; sampai dengan Rp.200.000;” belum untuk pembelian bahan bakar,alat untuk memancing dan sisa nya untuk membeli bekal selama melaut,belum lagi hutang yang harus dibayar”terang I Made Lugra Mahardika.

I Made Lugra Mahardika berharap ada nya perhatian dari pemerintah terhadap para nelayan yang juga sangat terdampak pandemi covid-19 seperti ada nya bantuan mesin,jenset dan bantuan subsidi bbm untuk keperluan melaut.

(Ardy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini