
Media Purna Polri, Kepsul – Pekerjaan proyek pembangunan MCK yang berlokasi di Desa Modapia, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, mulai di soroti oleh warga setempat. Pasalnya, pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir satu bulan tersebut, tanpa papan nama proyek, alias dugaan proyek siluman, minggu (28/6/20).
Hal itu kemudian sorotan dari warga Desa Modapia, Rifai Umasugi. Rifai menilai proyek yang dibangun menggunakan APBD 2020, itu diduga proyek siluman, sebab tidak terpasang papan informasi yang memuat anggaran, waktu pelaksanaan dan lainnya. Warga setempat pun mulai bertanya besaran nilai anggaran proyek tersebut.
“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran,” tegas Rifai Umasugi.
Rifai mengatakan, proyek MCK tanpa papan informasi itu belum diketahui kontraktornya, tetapi penanggung jawab di Desa adalah Sulaiman Soamole, yang juga ketua ranting Partai Demokrat Desa Modapia.
“penanggung jawab proyek tersebut adalah ketua ranting partai Demokrat Desa Modapia yang berinisial (SS), alias Soleman Soamole yang juga suda beberapa kali memegang proyek di Desa Modapia. Namun mirisnya proyek itu terindikasi akan dijadikan sebagai barang pribadi keluarga SS, seperti proyek pembangunan MCK tahun sebelumnya.
Rifai bilang, tahun sebelumnya soleman mengurus proyek MCK yang dia bangun didepan rumahnya hingga saat ini MCK tersebut terkesam milik pribadi, kmudian proyek MCK yang baru saja dibangun itu, kembali dibangun dibelakang rumah adiknya,”jelas Ifai sapaan akrab.
Menurutnya, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
Sementara hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor belum juga dapat di konfirmasi akibat kendala jaringan.(Isto).



