
Lamandau, MP-POLRI – Ratusan warga Kabupaten Lamandau, khususnya di Kecamatan Menthobi Raya, menggelar Sholat Istisqa (sholat minta hujan) secara berjamaah pada Sabtu pagi (29/08/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh lebih dari 600 jamaah dari berbagai Desa, sebagai bentuk ikhtiar spiritual menghadapi musim kemarau panjang yang mulai mengkhawatirkan.
Pelaksanaan sholat dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Bukit Raya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Bupati Lamandau yang mengimbau seluruh Kecamatan dan Desa di wilayah tersebut untuk melaksanakan Sholat Istisqa secara serentak. Desa Bukit Raya ditetapkan sebagai lokasi pusat pelaksanaan di Kecamatan Menthobi Raya setelah melalui koordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat.
Sholat dipimpin oleh Imam Kyai Tatang Nurfalah, sementara khotbah disampaikan oleh Norhasidin, SHI, selaku Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Menthobi Raya.
Camat Menthobi Raya, Syahruni, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas respons cepat warga dan pemerintah desa dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa fenomena kemarau tahun ini terasa sangat ekstrem.
“Sudah lebih dari tiga bulan kita jarang merasakan hujan. Dampaknya sangat nyata, banyak sumur warga yang mengering, debit air sungai berkurang drastis, bahkan air terjun di Sendang sudah tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih,” ujar Syahruni.
Syahruni juga menyebutkan adanya prediksi bahwa kemarau masih akan berlangsung hingga bulan Oktober atau bahkan menjelang tahun baru. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga optimisme dan kepatuhan terhadap syariat Islam melalui doa bersama.
“Sebagai umat Nabi Muhammad, kita melaksanakan Sholat Istisqa ini sebagai bentuk ikhtiar. Mari kita berdoa dengan tulus agar Allah segera menurunkan hujan yang bermanfaat bagi alam dan seluruh makhluk-Nya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muslimin, menyoroti kondisi alam yang kian kritis. Kelangkaan air saat ini diperparah dengan munculnya kabut asap dan potensi kebakaran lahan di berbagai titik.
“Di tengah keadaan seperti inilah, kita layak sekali bermohon kepada Allah. Kita memohon agar segera diturunkan hujan sebagai rahmat, bukan hujan yang membawa bencana,” kata Muslimin.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus melantunkan istighfar, mengakui segala dosa dan kekhilafan yang mungkin menjadi sebab tertahannya hujan. “Semoga dengan istighfar dan takbir yang kita lantunkan dengan tulus, Allah segera mengabulkan doa kita, menurunkan hujan yang menyegarkan dan menghapus kesulitan yang sedang kita hadapi,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kesadaran tinggi masyarakat Lamandau akan pentingnya keseimbangan antara upaya teknis dan pendekatan spiritual dalam menghadapi tantangan alam.
(Sahwandi)



