
Kabupaten Tangerang, MP-POLRI – Semangat gotong royong terpancar kuat di tengah ancaman bencana saat segenap penduduk Desa Klebet menunjukkan aksi solidaritas yang luar biasa. Secara militan, warga setempat terjun langsung melakukan upaya darurat menutup titik tanggul yang terputus guna mengantisipasi pergerakan debit air yang kian mengancam stabilitas kawasan tersebut. Fenomena ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya ikatan sosial masyarakat dalam menghadapi situasi krisis lingkungan yang melanda wilayah mereka. Sabtu (24/1/26).
Ratusan kantong plastik(Karung) disiapkan untuk dikonversi menjadi barikade pertahanan sementara. Uniknya, material pengisi yang digunakan bukanlah tanah merah biasa, melainkan bottom ash atau sisa pembakaran batu bara dari PLTU Lontar 3 Banten yang dinilai memiliki kepadatan cukup baik untuk menyumbat celah air. Dengan penuh ketelatenan, masyarakat mengisi karung-karung tersebut satu per satu demi membentuk struktur tanggul darurat yang mampu menahan laju tekanan arus dari sungai.
Langkah preventif ini diambil menyusul meningkatnya intensitas aliran Kali Cimanceuri yang mulai meluap melampaui batas normal dinding sungai. Warga khawatir jika proteksi fisik tersebut tidak segera diperkuat, volume air akan semakin deras menerjang dan masuk lebih dalam ke area permukiman sawah dan penduduk. Kewaspadaan kolektif ini muncul sebagai respons cepat atas kondisi cuaca ekstrem yang mengakibatkan fluktuasi permukaan air sungai menjadi sangat tidak terprediksi.
Dampak kerusakan lingkungan akibat jebolnya tanggul ini sudah mulai terlihat nyata. Sejauh mata memandang, hamparan hijau yang sebelumnya merupakan area produktif kini telah berubah menjadi lautan air. Sedikitnya belasan hektare lahan persawahan milik petani setempat dilaporkan telah terendam total.
Melihat urgensi situasi yang kian mendesak, kolaborasi lintas sektor pun segera tercipta di lokasi kejadian. Pemerintah kecamatan tidak tinggal diam dengan mengerahkan sejumlah personel Satpol PP untuk membantu pengamanan dan mobilisasi material. Kehadiran aparat penegak perda ini memberikan tambahan kekuatan fisik dalam proses pengangkutan karung-karung menuju titik kerusakan tanggul yang sulit dijangkau.
Tak hanya itu, barisan petugas kebersihan atau pasukan pesapon juga terlihat berjibaku di antara kerumunan warga. Mereka melepaskan atribut rutinnya untuk sementara waktu demi membantu teknis penataan karung di bantaran sungai. Kerja keras para petugas lapangan ini menjadi suplemen energi bagi penduduk desa yang sudah mulai kelelahan setelah berjam-jam bergelut dengan lumpur dan derasnya arus sungai.
Koordinasi yang apik juga ditunjukkan oleh jajaran aparatur Desa Klebet dan Desa Lontar yang bersinergi di garis depan. Pemimpin lokal dari kedua desa bertetangga ini turun tangan langsung memimpin jalannya menambal tanggul yang jebol.
Penggunaan bottom ash sebagai material utama penambalan menjadi strategi yang cerdik di tengah keterbatasan sumber daya alam di lokasi. Material sisa industri ini dimanfaatkan secara optimal agar struktur tanggul memiliki bobot yang cukup berat sehingga tidak mudah tergerus oleh pusaran air Kali Cimanceuri yang keruh. Inovasi sederhana namun efektif ini menjadi kunci utama keberhasilan penutupan celah tanggul yang sempat menganga lebar.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas fisik di lokasi masih terus berlangsung meskipun cuaca di sekitar wilayah tersebut tampak mendung menggelayut. Masyarakat dan petugas gabungan seolah tidak mengenal kata lelah, terus menambah lapisan karung agar benteng pertahanan tersebut benar-benar solid. Komunikasi intensif terus dijaga agar setiap perkembangan debit air dapat langsung diantisipasi dengan tindakan yang presisi dan cepat.
Aksi heroik ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur sungai secara berkelanjutan. Sinergi antara ketangguhan warga desa, ketangkasan personel kecamatan, dan dedikasi aparatur desa dan warga merupakan modal sosial yang tak ternilai dalam meminimalisir risiko bencana. Harapan besar kini tertumpu pada ketahanan tanggul darurat tersebut agar rumah-rumah warga tetap aman dari rendaman banjir yang menghantui.
Ag94



