Murung Raya,MP-POLRI – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun dari pinggiran. Melalui Kementerian Sosial RI, Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (P-KAT) Tahun 2025 mulai menjangkau wilayah-wilayah terpencil, termasuk tiga Desa di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Ketiga desa yang menjadi sasaran program ini adalah Desa Batu Putih di Kecamatan Murung, Desa Tumbang Molut di Kecamatan Sumber Barito, serta Desa Parahau di Kecamatan Seribu Riam. Penetapan wilayah ini sebagai lokasi prioritas tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 55/HUK/2025.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Murung Raya, Andrie Ucan Kukui, menyampaikan bahwa program P-KAT merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan akses setara terhadap pembangunan bagi komunitas adat terpencil.

“P-KAT bukan hanya soal bantuan fisik, tetapi juga wujud kehadiran negara dalam menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” ujar Andrie saat ditemui pada Kamis (10/7/25).

Setiap Desa menerima paket bantuan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lokal.

Desa Batu Putih, misalnya, mendapatkan bantuan stimulan pemberdayaan, dukungan penghidupan berkelanjutan, serta pembangunan hunian tetap.

Sementara itu, di Desa Tumbang Molut, bantuan meliputi pembangunan rumah tinggal, penyediaan sarana air bersih dan MCK, balai sosial (community center), serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Adapun Desa Parahau menerima paket bantuan yang lebih lengkap, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pembangunan hunian dan sanitasi, hingga pengadaan sarana komunitas.

Andrie menambahkan bahwa program ini memiliki empat tujuan utama, yakni meringankan beban hidup masyarakat adat terpencil, mendorong kemandirian ekonomi, memperluas akses terhadap layanan dasar, serta membuka jalan menuju pembinaan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat adat terpencil bisa tumbuh mandiri dan setara dalam menikmati hasil pembangunan,” tegasnya.

Dinas Sosial Murung Raya juga menekankan pentingnya keberlanjutan program. Pendampingan terhadap masyarakat akan terus dilakukan setelah bantuan disalurkan, dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan.

“Transformasi sosial tidak bisa instan. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, bukan hanya hadir sesaat,” pungkas Andrie.

(M.Ilmi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini