Palangka Raya,MPP – Kontingen Malamang perwakilan dari Kabupaten Murung Raya (Mura) menyampaikan rasa kekecewaan mereka terhadap oknum dewan juri yang dinilai tidak adil dalam memberikan penilaian pada lomba Festival kearifan budaya lokal seperti malamang. Wakil Ketua Dewan Adat Dayak tingkat Kecamatan Tanah Siang Selatan yang juga panitia lomba Malamang perwakilan Kabupaten Murung Raya, Rudi Hartono, S.A.P., menyatakan bahwa kontingennya merasa dilecehkan ketika dewan juri menolak dan tidak melaksanakan prosedur penilaian yang sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2024, termasuk membuka hompong, Sangkai serta Duran.

Menurut Rudi Hartono, tindakan oknum dewan juri yang mengabaikan Juknis sangat mengecewakan dan merugikan pihaknya yang telah berusaha maksimal dalam mengikuti lomba FBIM.

“Kami merasa dilecehkan oleh oknum juri karena hal-hal yang sudah tertera pada Juknis Festival ditolak. Hal ini akan kami sampaikan ke Dewan Adat Dayak Kabupaten Murung Raya dan Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah untuk meminta keadilan terkait pelecehan adat budaya kearifan lokal yang dilakukan oleh oknum dewan juri lomba FBIM 2024 di Palangka Raya,” ujar Rudi pada Rabu, (22/5/2024).

Kontingen Malamang dari Kabupaten Murung Raya berharap ada tindakan tegas dan adil dari Dewan Adat Dayak serta pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kalah dan menang bukan masalah utama, namun tim kontingen Malamang merasa dilecehkan oleh oknum dewan juri yang tidak menghargai dan mempedulikan budaya adat Kabupaten Murung Raya. Hal ini tertuang dalam Juknis festival dengan tujuan memperkenalkan kearifan budaya lokal sebagai wadah seniman untuk menampilkan kekhasan masing-masing daerah. Diharapkan dapat memotivasi kita untuk terus berkreasi dan berprestasi memelihara adat budaya kita,” pungkasnya.(M.Ilmi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini