Denpasar, Bali – Aliansi Gabungan Masyarakat Bali dengan tegas menolak pelaksanaan People’s Water Forum (PWF) yang dimaksudkan untuk menandingi acara resmi World Water Forum (WWF). PWF sendiri rencananya akan dilaksanakan pada 20 s.d. 23 Mei 2024. Dalam sebuah pernyataan resmi, Aliansi Gabungan Masyarakat Bali menyatakan bahwa kegiatan PWF juga tidak sejalan dengan Himbauan Gubernur Bali dan sarat dengan kepentingan asing. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa PWF mengganggu ketertiban masyarakat dan tidak sejalan dengan nilai-nilai lokal. 21/05/24.

Menurut Gus Yadi, Koordinator Ormas, Pecalang dan Masyarakat yang terhimpun dalam Aliansi Gabungan Masyarakat Bali, kehadiran PWF merupakan bentuk campur tangan asing yang tidak diinginkan, serta dapat membahayakan kedaulatan dan ketertiban masyarakat Bali.

“Kami menegaskan bahwa kami tidak akan membiarkan agenda asing mengganggu kedamaian dan keharmonisan di Bali,” tegas juru bicara tersebut.

Aliansi Gabungan Masyarakat Bali juga menyoroti bahwa PWF tidak mencerminkan aspirasi atau kebutuhan sebenarnya dari masyarakat Bali. Dengan demikian, mereka menegaskan bahwa keberadaan forum semacam itu tidak akan diterima di tengah-tengah masyarakat lokal.

Dalam konteks ini, Aliansi Gabungan Masyarakat Bali meminta kepada pemerintah setempat untuk menindaklanjuti penolakan mereka terhadap PWF ini. Mereka menegaskan bahwa pemerintah harus berpihak kepada suara-suara masyarakat Bali dan menahan diri dari menerima agenda asing yang tidak sesuai dengan kepentingan lokal.

Pernyataan resmi ini ditutup dengan seruan kepada seluruh masyarakat Bali untuk bersatu dan menolak segala bentuk campur tangan asing yang dapat mengganggu kedamaian dan ketertiban di pulau ini. Aliansi Gabungan Masyarakat Bali menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan masyarakat Bali yang berlandaskan pada nilai-nilai lokal dan budaya yang kaya.

The People’s Water Forum adalah wadah bagi gerakan keadilan air di seluruh dunia. Secara kolektif wadah ini ingin mendompleng kegiatan Forum Air Dunia atau The Word Water Forum (WWF) yang ingin mempromosikan agenda pembangunan yang disetir kepentingan pemodal asing.

Gelaran People’s Water Forum 2024 belum mendapatkan izin dari pihak kepolisan. Tetapi wadah ini sudah memberanikan diri mengadakan kegiatan di Bali. Dengan dalih mengiringi hajatan besar Word Water Forum ke – 10. Tentunya masyarakat Bali menolak gelaran People’s Water Forum karena selain tidak mengantongi ijin juga agenda ini semata-mata kepentingan asing juga yang ingin merusak kedamaian dan ketenangan di Bali.

Tentu saja masyarakat Bali menolak, karena People’s Water Forum bisa jadi ajang kepentingan asing yang ingin mengejar keuntungan politik melalui kaki tangannya di Indonesia yang berlindung di isu air.( Dessie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini