Ciamis – Saat ini Kepolisian Republik Indonesia sedang disorot gegara kasus pembunuhan Vina di Cirebon Jawa Barat.

Sorotan ini mempengaruhi citra Polri sebagai ujung tombak penegakan hukum di Indonesia. Oleh karena itu seharusnya semua jajaran Polri harus bekerja lebih profesional untuk mewujudkan misi melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dalam memberikan perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga serta mendorong kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa, serta menegakkan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya dan menjamin tercapainya lingkungan hidup berkelanjutan.
Misi Polri tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya oleh petugas penyelidikan satreskrim Polres Ciamis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polres Ciamis telah menerbitkan surat yang ditujukan kepada Sutrisno tanggal 24 Februari 2024 bernomor B/128/II/RES.1.24./2024/Reskrim, Hal Surat Pemberitahuan Perkembangan Penelitian Laporan yang isinya menyatakan bahwa Polres Ciamis akan melakukan penyelidikan dalam waktu 10 hari. Surat atas nama Kapolres Ciamis telah ditandatangani oleh Kasatreskrim Polres Ciamis AKP. Joko Prihatin SH. tersebut ditembuskan kepada Dirreskrimum Polda Jabar dan Pengawas Penyidik.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada kemajuan atas penyelidikan kasus meninggalnya bayi karena dugaan salah prosedur penanganan oleh petugas Puskesmas Kecamatan Pamarican. Padahal U selaku kepala Puskesmas Pamarican melalui telepon seluler kepada awak media telah mengakui bahwa terkait pelayanan tersebut tidak sesuai SOP. Berdasarkan penelusuran tim awak media, diketahui bahwa petugas piket adalah istri dari seorang pejabat polsek di jajaran Polres Ciamis.

Apakah mungkin lambatnya penanganan kasus ini dikarenakan ada hubungannya dengan keterlibatan anggota keluarga pejabat Polsek di jajaran Polres Ciamis ?
Untuk memperjelas kasus ini, tim media menghubungi penyidik dari satreskrim Ciamis. Petugas menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan gelar perkara. Bagaimana cara kerja penyelidikan suatu kasus di polres Ciamis ?

SOP yang dipampangkan di ruangan Satreskrim Ciamis menyebutkan untuk penyelidikan perkara kasus mudah adalah 10 hari, kasus sedang 15 hari, kasus sulit 20 hari dan kasus sangat sulit 25 hari, untuk penyidikan perkara pidana kasus mudah 15 hari, kasus sedang 20 hari, kasus sulit 25 hari dan kasus sangat sulit 30 hari., dan untuk kasus kurang cukup bukti kasus mudah adalah 20 hari, kasus sedang 25 hari, kasus sulit 30 hari dan kasus sangat sulit 35 hari.

Kasus meninggalnya bayi telah bergulir sejak 24 Februari 2024, artinya sampai berita ini diturunkan kasus ini telah berjalan 3 bulan. Apakah penyebab lambatnya kejelasan kasus ini karena diduga melibatkan anggota pejabat polsek di jajaran polres Ciamis, sehingga kasus ini berjalan lambat ?
Hilangnya nyawa seharusnya menjadi prioritas bagi jajaran reskrim Polri.

Jangan hanya karena korban adalah masyrakat biasa dan pelaku adalah anggota keluarga Polri, lantas menyebabkan penegakan hukum tajam ke bawah tumpul ke atas. Semoga kasus meninggalnya bayi ini lebih diperhatikan oleh Kapolres Ciamis dan jajaran satreskrim Polres Ciamis.
(Tim MPP Biro Ciamis)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini