Lampung Barat, MPP – Tambal sulam jalan di ruas 24 sekincau-bukit kemuning yang dikerjakan perseroan terbatas (PT) bumi lampung persada (BLP) terancam tidak dibayarkan. Senin, (20/05/24).

Menurut Satker PJN ll wilayah propinsi, Toto mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu klarifikasi kepada pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pihak terkait lainnya.

” Baik bang terima kasih atas info yang di berikan, kami akan klarifikasi ke PPK, Konsultan pengawas dan apabila itu terjadi maka pekerjaan tidak akan kami terima dan tidak bisa di bayarkan, ” Ungkapnya, seraya geram. Saat di hubungi via WhatsApp beberapa waktu lalu.

Selain itu juga Kasatker tersebut berharap agar kiranya pihak media terkait agar bisa memberikan bukti pendukung lainnya, sehingga bisa menjadi bukti pendukung untuk menegur kontraktor dari PT. PLB tersebut.

” Kalo bisa kirim fotonya untuk kita tegur kontraktornya, ” Pungkasnya.

Seperti diketahui pada pemberita sebelumnya, Tambal Sulam Jalan Di Ruas 24 Sekincau Bukit Kemuning Dilakukan saat intensitas hujan meningkat

Menurut masyarakat sekitar lokasi pengerjaan tersebut, yang minta indentitasnya untuk di anonimitas kan identitasnya mengatakan, bahwa pengerjaan tambal sulam di saat hujan itu sangat tidak baik mengingat daya rekatnya pasti berkurang.

” Yang pasti kualitasnya kurang baik, terutama dari kualitas aspal itu sendiri, setau saya jika suhunya menurun jelas kualitas kurang baik, terlebih itu jalan lintas kendaran yang melintas kapasitasnya bervariatif mulai yang kendaraan pribadi sampai ke muatan berat bertahan seberapa lama yang jadi pertanyaannya. Lebih lebih saya juga pernah kerja di proyek jika hujan tidak boleh dilakukan pengaspalan itu bertentangan dengan teknis dan SOP, ” Jelasnya.

Sementara Pengawas PU propinsi lampung, Arif mengatakan, jika pengaspalan tambal sulam di wilayah ruas 2.4 sekincau bukit kemuning saat hujan turun merupakan hal yang wajar karna faktor cuaca.

” Mereka saat ujan itu, hanya menghabiskan stok aspal yang sudah di tuang ke theler aja dan tidak melanjutkan saat hujan. Aspal yang sisa juga sudah di gali lagi dan di taroh ke pelataran warga setempat yang membutuhkan,” Ungkapnya kepada awak media saat di konfirmasi via telpon selulernya.

Dilain sisi menurut Pelaksanaan PT. Bumi Lampung Persada yang berada di bandar lampung melalui via handphone mengatakan bahwa apapun alasannya hal tersebut tidak di perbolehkan dan harus di tunda menunggu hujan reda dan lokasi harus kering juga harus di kompresor terlebih dahulu.

” Ya itu ga boleh. Langsung di tegur aja, nanti saya telpon orang yang di sananya, ” Pungkasnya, seranya menutup telpon.

Seperti diketahui berdasarkan pantauan media di lapangan, pengaspalan tambal sulam tersebut di lakukan mulai dari sekincau hingga ke padang tambak dan terpantau hujan turun dari pukul 13:15 WIB hingga malam dan saat pengerjaan tambal sulam tersebut masih dalam keadaan hujan deras yang mengguyur wilayah setempat dan sekitarnya.

Hal tersebut nampak jelas terlihat, pekerjaan yang yang diketahui di kerjakan oleh Perseroan terbatas Bumi Lampung Persada (PT.BLP) yang sudah mulai dikerjakan kurang lebih sejauh 3-4 kilo meter dan baru dihentikan setelah media di ketahui pihak pekerja telah memantau pekerjaan tersebut di pekon padang tambak. ( Mr.Hidayat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini