Kotabaru MPP – Jajaran Pengurus ARUN (Advokasi Rakyat Untuk Nusantara) cabang Kotabaru hadiri undangan Kalapas Kelas II Kabupaten Kotabaru untuk bangun Sinergitas. (Kamis/16/5/24)

Dalam pertemuan tersebut Kepala LAPAS Kotabaru Yosef Benyamin Yembise mengatakan “Kami berterima kasih atas informasi dari masyarakat, ARUN dan media terkait Warga Binaan kami baik itu proses pembinaan maupun indikasi pelanggaran tata tertib”
Bahwa kami secara tegas mengatakan tidak akan mentolerir hal tersebut, oleh karenanya kami segera melakukan langkah penindakan terhadap Warga Binaan tersebut sesuai peraturan yang berlaku, Ungkapnya.

Apabila terbukti melakukan pelanggaran akan kami berikan hukuman disiplin kepada Warga Binaan tersebut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku yang akan berpengaruh terhadap pemberian hak-haknya seperti Remisi, Integrasi, dan sebagainya. Tegas KALAPAS Yosef.

Melihat kondisi Lapas yang mana secara kuantitas Petugas sangatlah kurang yang tidak sebanding dengan jumlah Warga Binaan (overcrowding), kami tetap berkomitmen dengan integritas kami untuk memberantas HP, pungli, dan Narkoba di dalam Lapas.Selama ini kami telah melakukan upaya pencegahan secara terus menerus guna pemberantasan HP, Pungli, dan Narkoba diantaranya dengan giat razia rutin dan insidentil maupun pendekatan yang humanis kepada Warga Binaan. Tutupnya.

Ketua ARUN Kotabaru Wahid Hasyim memberikan respon positif terkait sikap Kalapas atas tindakan tegas bagi narapidana yang melanggar aturan”, ungkapnya, saat kami melakukan konfirmasi setelah pertemuan antara pengurus ARUN dan KALAPAS beserta jajarannya.

Wahid menambahkan “Bahwa kedepan sinergitas antara LAPAS kelas ll Kotabaru dan ARUN Kotabaru terkait program-program bersinar (bersih narkotika) bisa terwujud sebab KALAPAS sudah membuka ruang-ruang kerjasama dalam agenda-agenda strategis dan positif sebagai bentuk optimisme mengawal kerja-kerja kemanusian dimana maraknya penyebaran narkotika di Kabupaten Kotabaru bahkan Narkotika sebagai penyumbang terbanyak Narapidana di Kabupaten Kotabaru. Untuk itu ini harus menjadi agenda utama dalam rangka pencegahan narkoba masuk ke generasi-generasi muda kita. Ini adalah awal yang baik, semoga kedepannya Lapas Kelas II Kotabaru dengan ARUN Kotabaru semakin sinergi dan harmonis dalam agenda-agenda lain. Ucap Wahid

Wahid menyampaikan pesan KALAPAS bahwa “KALAPAS membuka diri kepada masyarakat apabila mengetahui ada hal-hal yang terindikasi pelanggaran di Lapas untuk segera melaporkan kepada kami agar kami tindaklanjuti demi keamanan, ketertiban, dan pelayanan di Lapas semakin baik”.

Disinggung permasalahan Nasir warga Binaan yang melakukan Tiktok Live, KALAPAS Kotabaru Menyampaikan bahwa Nasir memang Narapidana di Lapas dan akibat kejadian tersebut Nasir telah menerima sanksi hukuman berupa masuk kedalam Sel Gelap, meskipun viral Napi Tiktok Live, bagi Yosef kejadian itu tentu tidak akan menurunkan semangatnya dalam membangun Zona Integritas Menuju WBK/WBBM di Lapas Kotabaru guna memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya Warga Binaan Pemasyarakatan.

Di akhir pembicaraan Wahid Hasyim menjelaskan kepada Yosef Bahwa ARUN tersebar di seluruh Indonesia dan di pimpin oleh dr. Bob Hasan, S.H., M.H. sebagai Ketua Umum, dan sekarang Terpilih menjadi Anggota DPR-RI Komisi Hukum, sehingga Wahid menjelaskan dituntut membesarkan ARUN Kotabaru.(Muhammad Yani.)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini