Kotabaru MPP – Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru bersama kantor Kementerian Agama menggelar Rapat Koordinasi tentang pemantapan keberangkatan Jemaah Calon Haji menuju Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.

Rakor Pemantapan yang berlangsung di Ruang Aula Sekretaris Daerah Kantor Bupati Kotabaru di Desa Sebelimbingan ikut hadir Drs H Said Akhmad, Assisten Satu Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs H Minggu Basuki, Kepala Kantor Kemenag DR. H Akhmad Kamal, Perwakilan Satlantas Polres, Kepala Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo dan Kepala Bagian Kesra.

Saat ini JCH Kabupaten Kotabaru berjumlah 228 jamaah tergabung dalam Kloter 13 BDJ bersama Kabupaten Hulu Sungai Selatan ( Kandangan)
dengan jumlah keseluruhan klotwr 13 320 jamaah 5 orang petugas Kloter.

Sekretaris Daerah Kotabaru Drs H Said Akhmad mengatakan didalam rapat, berharap agar panitia haji daerah benar benar memperhatikan kelancaran saat proses pemberangkatan Jamaah Haji, terutama kepada jamaah lansia dan jamaah yang Resiko Tinggi ( Risti).

Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih dan dukunganya kepada berbagai pihak/instansi baik yang terlibat dalam memfasilitasi Jamaah Haji yang akan bertolak ke Asrama Haji untuk tahun ini.

” Semoga diperjalanan nanti semua berjalan dengan lancar sesuai dgn rencana sampai jamaah di berangkatkan ke tanah suci Mekkah. ” Kata Sekda.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru DR. H Akhmad Kamal, menjelaskan, pemberangkatan dan pelepasan jamaah haji akan di langsung di Mesjid Agung Husnul Khatimah pada tanggal 27 mei atau hari senin malam selasa dengan menggunakan jalur Kapal Fery Stagen.

” Insha Allah diperkirakan para JCH akan masuk asrama pada di tanggal 28 Mei pukul 10.00 wita . Kemungkinan setelah sampai nanti seluruh jamaah akan beristirahat sejenak dan dilanjutkan prosesi penerimaan serta pengecekan sebelum diterbangkan ke Jedaah Arab Saudi pada tanggal 29 Mei 2024. ” Ungkap H Kamal.

Kepala Kemenag mengatakan, seluruh jemaah nantinya akan dilayani secara baik dan selalu didampingi oleh para petugas saat diperjalanan menuju Banjarmasin.

Informasi data yang didapat saat ini, armada yang digunakan para jamaah nantinya diperkirakan 10 buah bus besar. Saat ini Jamaah yang Risti (resiko tinggi) ada 11 orang dan 18 lansia termasuk 7 diantaranya risti .
Adapun Jamaah yang mempunyai riwayat penyakit Anemia dan Tuberculosis akan menggunakan Bus yang berbeda. Red

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini