LUBUKLINGGAU,MPP – Saka (19) pelaku begal, pengangguran, warga asal Dusun Simpang Beliti, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu ditangkap Tim Macan Linggau Satreskrim Polres Lubuklinggau.

Pelaku Saka ditangkap tanpa perlawanan di salah satu rumah di jalan Dayang Torek, Kelurahan Dayang Torek, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau pada Senin, 22 April 2024 sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Indra Arya Yudha melalui Kasat Reskrim AKP Hemdrawan mengatakan tersangka Saka memiliki sejumlah catatan kejahatan di wilayah hukum Lubuklinggau. Terakhir yaitu melakukan aksi begal motor di Jalan Lettu H Mahmud Amin, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Tersangka melakukan begal motor Yamaha R15 milik korban Rahel (16), seorang pelajar, warga asal Desa Pelawe, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas. Tersangka Saka beraksi dengan temannya yang sudah lebih dulu ditangkap dan kini tengah menjalani hukuman.

Kejadiannya bermula saat korban bersama-sama temannya sedang kumpul duduk dipinggir jalan. Dan motor korban di parkirkan dipinggir jalan. Namun kunci kontak motor tidak dilepas oleh korban. Tak lama berselang, datang 3 laki-laki tidak dikenal.

Tiga laki-laki tidak dikenal itu pakai motor Honda Beat dan 2 orang turun dari motor, lalu langsung mendorong dan mengambil sepeda motor milik korban,” ujarnya.

Aksi kedua orang tersebut coba dihalangi oleh korban. Namun salah satu pelaku menendang serta memukul korban sehingga terjatuh dan motor korban berhasil dibawa kabur oleh para pelaku. Akibatnya korban alami kerugian senilai Rp 15.600.000.

Setelah dilakukan penyelidikan dua pelaku berhasil ditangkap yakni Riyu Umbara alias Rio dan Pebriansyah. Sedangkan tersangka Saka sempat DPO (Daftar pencarian orang). Namun hasil pengembangan serta penyelidikan, diketahui keberadaan tersangka Saka hingga berhasil dilakukan penangkapan tanpa perlawanan.

Berdasarkan keterangan tersangka Saka, motor hasil kejahatan dibawa kearah Kepala Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu untuk dijual. Kemudian hasil pengembangan lainnya, tersangka Saka pernah terlibat kasus curas dan curat di 4 TKP.

Selain itu, adapula kejahatan lainnya yang dilakukan tersangka Saka yaitu curas, penggelapan dan percobaan curas. Pengakuan tersangka, aksi tersebut dilakukannya di 12 TKP dalam kota Lubuklinggau.

(Chandra The).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini