MPP – Aksi kejahatan penipuan dan penggelapan kerap terjadi di masyarakat. Masyarakat yang menjadi korban tindak pidana penipuan dan penggelapan umumnya dikarenakan tingkat kepercayaan yang tinggi kepada para pelakunya. Selain itu iming-iming harga murah sering menggiurkan bagi korban dan juga mempunyai peran penting keberhasilan para pelaku membawa lari harta benda para korban. Hal ini dialami oleh AY yang melaporkan HA ke Polresta Bandung yang diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

Awal mula peristiwa terjadi sekira bulan April 2022. AY yang melihat promo kavling Bumi Pertiwi Asri tertarik untuk booking kavling, kemudian bertemu dengan ER yaitu putra HA pada 11 April 2022. Kemudian AY bertemu dengan HA di kediaman H. Ayi dan setuju membayar tanda jadi booking tempat sejumlah 30 juta rupiah. Lebih lanjut AY dan mertuanya bertempat di rumah HA membayarkan uang sejumlah 28 juta rupiah sebagai pembayaran tahap kedua.

Singkat cerita, AY sampai dengan tanggal 23 Januari 2023 telah melakukan pembayaran uang sejumlah total 67,5 juta kepada HA. Namun keanehan mulai terjadi, yang mana pada tanggal 11 April 2023 HA meminta kwitansi pembayaran yang pertama sejumlah 30 juta rupiah dan kwitansi pembayaran yang kedua sejumlah 28 juta rupiah ditarik olehnya dan digantikan dengan Surat Perjanjian Jual Beli Kavling (SPJB) Kavling Bumi Pertiwi Asri. Tertera dalam SPJB jumlah 58 juta rupiah sebagai pembelian tanah kavling yang ditandatangani oleh HA. Namun hingga saat berita ini dirilis, AY tidak pernah melihat wujud tanah kavling Bumi Pertiwi Asri yang dijanjikan oleh HA.

Oleh karena itu, pada tanggal 8 Januari 2024 AY melaporkan HA ke Polresta Bandung.

Peristiwa yang dialami oleh AY merupakan peristiwa yang kesekian kalinya yang terjadi di masyarakat. Masyarakat perlu waspada bila menemukan promo tanah murah. Sebelum melakukan transaksi sebaiknya diperiksa terlebih dahulu keberadaan lokasi tanah dan surat-surat legalitas pendukungnya. Jangan terlalu percaya pada iming-iming promo tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
(Tim MPP Jabar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini