LAMBAR,MPP – Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya Artha dinata (38) dituntut 8 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal tersebut berdasarkan hasil persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Liwa dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa, setelah sebelumnya dilakukan rangkaian persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan hingga meminta keterangan saksi.

Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Barat Deddy Sutendy, melalui Kasie Intel Zenerico membenarkan hal tersebut, hasil persidangan hari ini, terdakwa memang benar dituntut 8 bulan penjara oleh Jaksa penuntut umum.

“Iya memang benar hari ini jadwal persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa,” ujar Zenerico Rabu (21/9/2022).

Pihak kuasa hukum korban Hilda Rina S.H.,MH mengatakan bahwa tuntutan yang dibacakan oleh JPU dinilai tidak sesuai atau terlalu ringan dengan apa yang dialami oleh korban. Bukan hanya sekedar luka fisik,tapi juga secara mental, pihaknya tidak merasa puas dengan tuntutan yang di bacakan oleh JPU.

“Kami tentu merasa tidak puas dengan tuntutan yang dibacakan terhadap terdakwa, karena kami menilai tuntutan itu tidak sesuai dengan apa yang di alami oleh klien kami baik secara fisik ataupun trauma yang di alami,” katanya.

Pihaknya berencana akan Mengirimkan surat kepada Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait tuntutan yang dinilai tidak adil
Persidangan itu dipimpin hakim ketua Paisol, S.H.,M.H, hakim anggota Nur Kastwarani Suherman S.H.,M.H dan Norma Oktaria S.H dengan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Barat Dwi Purnama dan pihak kuasa hukum korban Hilda Rina SH.,M.H.
(Mr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini