Kupang -MPP – Dua tahun terakhir ini masyarakat Amabi Oefeto merasa takut untuk melewati jalan di desa Raknamo.Kerena sering terjadi pelemparan batu oleh Orang Tidak Dikenal(OTK) dan saya termasuk salah satu korban nya.

Demikian kata Meki Oma ketika di konfirmasi oleh awak media via sambungan telepon selulernya,Kamis (19/05/2022) di Amabi Oefeto Kabupaten Kupang NTT.

Kejadian yang saya alami sekitar Bulan Pembruari’2022,saya balik dari Kupang sudah malam sekitar pukul 23.30 WITA tepat di Tower desa Raknamo sekitar 30 meter saya melihat di depan ada yang palang jalan menggunakan kayu dan batu.Dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tiba- tiba ada orang tidak dikenal muncul palang saya dan langsung ayunkan sebatang kayu yang sudah disiapkan kena di tangan saya sebelah kiri.Karena saat itu sepi dan saya sendiri maka saya tidak bisa lawan dan saya langsung tancap gas.Tapi saya dilempar lagi dengan batu dari arah belakang,” beber Meki .

Oma melanjutkan, menjelang beberapa minggu saya lewat disitu lagi bersama saudara boncengan motor mengalami hal yang sama.Kasus ini saya sudah laporkan juga ke Babinsa.Dan kejadian seperti ini kalau tidak dituntaskan akan membuat masyarakat resah dan takut jalan melewati Desa Raknamo di malam hari.

Kami masyarakat berharap agar pemerintah desa bersama pihak keamanan baik TNI Polri saling koordinasi sehingga anak – anak muda di desa mendapatkan pembinaan agar tinggkat kriminalitas bisa di kurangi atau harus di stop karena ini merupakan penyakit masyarakat,” harap Meki.

Meki menambahkan bahwa di desa Raknamo ada tempat wisata dan seharusnya kemanan itu terjamin tapi kalau tidak maka kemungkinan besar masyarakat yang mau datang akan berpikir ulang,” ujar Pria Kelahiran Amabi Oefeto ini.

Terpisah,Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang bertugas di Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang Anthonius Adi Abineno yang akrab di sapa Tongker kepada awak media via voice note mengatakan bahwa kejadian demi kejadian yang terjadi pelemparan batu oleh orang tidak dikenal( OTK ) dalam rentan waktu sekitar dua tahun terakhir di Desa Raknamo Kecamatan Amabi Oefeto sudah sangat meresahkan masyarakat.Sebagai aparat saja saya mengalami pelemparan batu apa lagi masyarakat biasa,” tanya Abineno.

Tongker menjelaskan bahwa kejadiannya pada tanggal 24-Maret -2022 lalu sekitar pukul 24.30 wita.Pada saat itu saya baru balik dari rumah duka Kasat Pol-PP Kabupaten Kupang meninggal.Dalam perjalanan pulang itulah terjadi pelemparan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di depan persis rumah bapak Oematan RT 17 dan kaca belakang mobil saya pecah dan hancur semua.

Sebetulnya bukan saya saja yang mengalami hal ini namun ada beberapa orang yang pernah mengalami hal yang sama yaitu ada warga masyarakat desa Niunbaun.Ada mahasiswa juga yang setelah mengikuti acara di rumah bapak desa Fatukanutu mengalami hal yang sama,” ungkapnya.

Kasus pelemparan ini saya sudah laporkan ke Polsek Kupang Timur Polres Kupang.

Berdasarkan Laporan Polisi: LP /B/08/III /2022 /Sek Kutim tanggal 24-Maret -2022.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto SIK,MH melalui Kapolsek Kupang Timur IPTU Victor H Saputra SPi,MSi mengatakan bahwa sesuai laporan kami sudah interogasi saksi-saksi sekitar 10 orang termasuk pelapor, namun sampai saat ini kita belum menemukan bukti -bukti yang kuat yang mengarah kepada pelaku.

Perkembangan kasusnya kita sudah sampaikan kepada pelapor dengan mengirim Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan ( SP2HP) kepada pelapor,” kata IPTU Victor H Saputra.

(Yustaf Siki)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini