Pekalongan,MPP – Acara kegiatan audiensi dari lembaga FPB (Forum Pekalongan Bangkit) di kantor Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan pada hari rabu Tgl 18 mei 2022 pukul 10.00 WIB berlangsung alot dan tidak ada titik temu dari beberapa pernyataan sikap dan komitmen dari Forum Pekalongan Bangkit dalam acara kegiatan audiensi di ruang rapat yg dihadiri oleh asisten 3 Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu 18 Mei 2022.

Acara Audensi dihadiri beberapa anggota FBP lebih kurang 15 personil dan awak media

Dalam kesempatan acara audensi tersebut ketua FPB M. Subekhi berhalangan hadir karena ada kepentingan lain diluar kota.

Audensi di bawah komando Eky Diantara selaku sekjend FPB dengan tim pembicara Hakim, Londo dan R.A. Krishna Wiharnanto selaku Perwakilan dari LKPK Provinsi Jawa Tengah.

Audiensi tersebut yang seyogyanya meminta kehadiran perwakilan dari Camat, ketua paguyuban Kades, ketua PPDI ,dan OPD Terkait termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, namun ternyata acara kegiatan Audensi hanya ditemui oleh salah satu dari asisten 3 Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan yaitu Anis.
Beberapa pernyataan sikap dan komitmen dari FPB yang dibacakan penuh semangat oleh Londo.
Pernyataan dan Komitmen Forum Pekalongan Bangkit,:
1. kami Forum Pekalongan Bangkit berkomitmen akan terus mengawal Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
2. Kami Forum Pekalongan Bangkit berkomitmen menjadi lembaga fungsi kontrol dan pengawasan Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
3. Kami Forum Pekalongan Bangkit berkomitmen akan terus mengawal dan menuntaskan juga mendorong APH untuk menegakkan supremasi hukum di wilayah Pemerintahan Kabupaten Pekalongan diantaranya:
a. Penuntasan penjualan batik dan lurik Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
b. Penuntasan dugaan zakat fitrah yang tidak sesuai atas hak penerima zakat yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
c. Penuntasan dugaan jual beli tanah aset milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang terletak di wilayah Kelurahan Sapugarut Kecamatan Buaran.

Setelah selesai membacakan pernyataan dan komitmen salah satu wakil pembicara dari forum Pekalongan bangkit langsung membuka tentang pernyataan dan komitmen pada poin ketiga huruf a yaitu tentang penuntasan penjualan batik lurik Kabupaten Pekalongan, Eky menegaskan, Sesuai dengan Perbup nomor 17 tahun 2021 jelas dikatakan bahwa yang berhak atas pemakaian batik lurik hanyalah ASN di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pekalongan, namun praktiknya berbeda dan diduga di beberapa Kecamatan dan bisa jadi hampir semua Kecamatan ada indikasi dugaan tentang pengkondisian batik dan lurik kepada seluruh Pemdes yang langsung didrop di kecamatan-kecamatan dan memberikan instruksi langsung dari Kecamatan agar Pemdes mengambil batik dan lurik di kantor kecamatan tersebut, Ujarnya.

Kami juga minta penjelasan dari beberapa hal mulai proposal, proses tahapan pengadaan dan ada berapa UMKM yang masuk menjadi pihak 3 yg ditunjuk oleh Pemkab. Pekalongan Dan juga untuk pertemuan selanjutnya kami minta hadir dan undang semua pihak pihak yang terkait dan dimohon dari pihak Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan mau menghadirkan semua pihak dan semua OPD yang kami maksudkan dalam kegiatan audensi hari ini, tegasnya.

Hal tersebut langsung dibalas jawab oleh Anis selaku asisten 3 Sekda kabupaten Pekalongan, ketika nantinya dalam informasi audiensi kali ini ada hal yang tidak bisa diselesaikan dan kami solusi kan sesuai dengan porsi jabatan saya, saya akan jawab dan saya akan tuntaskan hari ini, namun bila tidak ada jawaban dan tidak bisa Menghasilkan solusi kami akan mencatat semua hal yang menjadi pernyataan sikap dan komitmen dari forum Pekalongan Bangkit, dan pada akhirnya audiensi hanya menghasilkan sebuah notulensi yang perlu dijadikan rujukan untuk audensi selanjutnya dalam menyelesaikan informasi terkait pernyataan sikap dan komitmen dari forum Pekalongan bangkit kedepannya.

Anis memastikan bukan hanya hari ini ada pertemuan seperti ini, Saya harap pertemuan seperti ini bisa dijadikan sebuah acuan silaturahmi dan informasi masukan bagus untuk pemerintahan kabupaten Pekalongan yang hal hal ini untuk sama-sama membangun dalam upaya Sinergi kebersamaan. demikian, Pungkas Anis.
(Feri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini