MEDIA PURNA POLRI,PURWAKARTA-Lagi-lagi Kang Dedi Mulyadi Wakil Komisi IV DPR RI Bidang Lingkungan Hidup memberhentikan kegiatan proyek galian C yang tidak berizin dan tidak memasang Site plan juga berpotensi merusak jalan di Desa Cijati,Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta,Kamis 02-12-2021.

Tempat Proyek Galian C tersebut dilakukan oleh PT PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di tanah milik pribadi salah satu warga Desa Cijati yang direncanakan akan digunakan untuk pengurugan proyek PLTS,sedangkan rencana pemilik tanah akan dibangun perumahan ditempat proyek tersebut apabila selesai.

Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi langsung turun ke lokasi atas laporan warga yang protes ke camat Maniis dikarenakan akibat proyek tersebut ada warga yang jatuh disaat malam hari,warga juga tidak tenang karena kebisingan aktifitas alat berat dan DumTruk yang berlalu lalang di jalan desa mereka dengan muatan tonase yang berat hingga berpotensi jalan akan menjadi rusak.

Dedi memberikan solusi agar jarak aktivitas truk pengangkut tanah jangan mengambil rute yang terlalu jauh karena akan mengakibatkan jalanan rusak.

Dedi juga mempertanyakan kepada perwakilan proyek PT Pembangkit Listrik Tenaga Surya(PLTS)tentang jalan yang dibangun sepanjang 3 km dengan biaya Rp 3 Miliar apabila rusak siapa yang akan memperbaikinya,pihak proyek pun tidak bisa menjawab.

Dedi meminta untuk dibuatkan siteplan biar tidak ada kesan melanggar prosedural.

“Saya kan memberikan solusi,agar pemegang proyek menggunakan tanah perhutani untuk kegiatan pembangunan,tinggal buatkan MoU,tinggal adakan pertemuan antar kementrian terkait,konpensasinya nanti setelah paska penggalian bekasnya dihijaukan kembali ileh pemegang proyek”Ucap Dedi.

Dedi juga meminta kepada Kepala Desa Cijati agar protes apabila ada kegiatan yang bisa merugikan masyarakat serta berpotensi merusak jalan desa akibat kegiatan galian tersebut.

“Nanti lapor ke Saya kalau ada pihak atau orang yang protes”ucapnya di lokasi proyek.

Dedi juga mengatakan,banyak proyek-proyek strategis nasioal yang membutuhkan tanah,akibat tidak ada koordinasi antara Lingkungan Hidup dengan PUPR(Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) akhirnya berdampak pada galian tanah dimana-mana tanpa ijin hingga terjadi kerusakan jalan,kerusakan lingkungan.

Liputan:Margono S/Muklis

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini