MPP, TANGERANG, – Pemerintah Kecamatan Teluknaga bersama Pemerintah Desa Kampung Melayu Barat (KMB) bekerjasama pihak Puskesmas Teluknaga melaksanakan pelayanan program dibidang kesehatan untuk warganya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan untuk warganya, khususnya diwilayah Kecamatan Teluknaga. Pelayanan kesehatan ini sangat berguna bagi warga yang benar benar tidak mampu untuk berobat dan menjaga kesehatan diri serta keluarganya. Hal ini, telah dialami salah satu anak perempuan yang berusia delapan tahun, kini terbaring lemas dan menjadi perhatian dari pihak instansi terkait. Anak perempuan yang bernama Fahira. Fahira adalah putri dari pasangan Hasanudin dan Familia Lidya Sari, salah satu warga Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Fahira memiliki penyakit bawaan sejak dilahirkan dan sudah mendapat perhatian sejak lama dari instansi terkait, khususnya dari Kepala Desa Kampung Melayu Barat, Subur Maryono.

Menurut keterangan Subur Maryono selaku Kepala Desa Kampung Melayu Barat, mengatakan sebelum saya menjabat, anak (Fahira -red) tersebut sudah mengalami penyakit yang saat ini dideritanya.

“Sebenarnya sebelum saya menjabat, anak itu sudah ada penyakitnya. Jadi sudah dideritanya sejak lahir,” terang Subur, Selasa (09/11/2021) kemarin.

Subur Maryono yang merangkap sebagai Ketua APDESI Kecamatan Teluknaga, menuturkan sudah sejak lama anak tersebut dipedulikan pihak Pemdes Kampung Melayu Barat, Camat Teluknaga dan pihak Puskesmas Teluknaga. Dari sejak dulu telah diurus penyakitnya oleh Kades yang dulu, sebelum saya pun sudah dirujuk ke RS Sintanala dan RS Harapan Kita.

“Jadi bukan berarti kita mengabaikan sebagai aparat setempat, justru kita tetap memperhatikan dan mempedulikan anak tersebut,” ujarnya.

Disamping itu, Junaedi Jatmiko selaku PhD KTU Puskesmas Teluknaga, mengatakan pembinaan mengenai penyakit yang diderita Fahira sudah di intervensi hingga berusia lima tahun.

“Untuk adik kita Fahira sebenarnya sudah di intervensi sejak usia 47 bulan hingga usia lima tahun dengan awal mengunjungi rumahnya sampai pemberian vitamin. Jadi sempat ada perkembangan setelah dibawa ke Poli Gizi di RS Sintanala selama setahun. Lalu, kita rujuk lagi ke RS EMC, bahkan kita berikan edukasi, agar si ibu bawa anaknya datang langsung ke klinik Gizi yang Puskesmas kita miliki, agar perkembangan anak tersebut terus membaik,” terang Junaedi.

Kemudian, dikatakan Tivani Larasati selaku Ahli Gizi Puskesmas Teluknaga, agar terpantau kesehatannya, kita menyarankan untuk kontrol setiap bulannya. Untuk gizi buruk murni, insya Allah dua Minggu pun akan ada kenaikan. Tapi kan ini penyakitnya belum dapat menyimpulkan, kemungkinan Fahira ini mengalami GDD (Global Developmental Delay) gagal pertumbuhan.

“Untuk perkembangan Fahira lebih baik lagi, kita mengedukasi agar dirawat ke Rumah Sakit Umum. Ini masalahnya ada penyakit bawaan, gagal pertumbuhan, makanya kita mengedukasi bapaknya, menyarankan agar Fahira ini ditangani di Rumah Sakit Umum, agar mengalami peningkatan yang lebih baik lagi,” tutupnya.

Penulis : Amir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini