MEDIA PURNA POLRI, Makassar – Aksi pengrusakan yang diduga suruhan oleh pengusaha Djamaliah Ningsih dan ratusan orang telah melakukan aksi pembongkaran/pengrusakan dengan cara-cara premanisme.

Pembongkaran secara paksa yang diduga dilakukan oleh suruhan Djamaliah Ningsih diatas lahan Andi Masri Saing yang dipimpin oleh H.Ibrahim, dengan menggunakan alat berat Excavator.

Akibat pembongkaran puluhan rumah semi permanen diatas tanah Andi Masri Saing yang diduga dilakukan oleh suruhan pengusaha Djamaliah Ningsih, mengakibatkan kerugian sebesar 500 Juta rupiah.

Aksi pengrusakan yang terjadi pada hari Senin 01 November 2021 di jalan Hertasning, kini dilaporkan ke Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, Jum’at (05/11).

Laporan yang ditujukan kepada Bapak Kapolda Sulsel dengan Nomor:042/LP/LSM-INTAI/PST/XI/2021, dilaporkan oleh Andi Masri Saing yang didampingi oleh LSM INTAI .

Laporan tersebut atas aksi pengrusakan dan pembongkaran puluhan rumah semi permanen yang diduga dilakukan oleh Djamaliah Ningsih diatas tanah Andi Masri Saing yang di pimpin oleh H.Ibrahim dengan melibatkan ratusan orang .

Kasus sengketa tanah antara Andi Masri Saing dan Djamaliah Ningsih sementara berproses di Pengadilan Negeri kelas 1A khusus Makasar dengan Nomor:254/Pdt.G/2021/PN.M.

Gunawan S.H.,M.H selaku pendamping pihak Andi Masri Saing berharap, pihak Djamaliah Ningsih agar menahan diri untuk tidak melakukan tindakan apapun sebelum adanya putusan resmi dari Pengadilan.

Sebaiknya pihak Djamaliah Ningsih menghargai proses hukum yang sementara berjalan di Pengadilan Negeri Makassar, dan tidak melakukan tindakan apapun sebelum adanya putusan resmi dan sudah Inkrah,” tutur Gunawan.

Kami berharap pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan cepat merespon laporan dan memproses sesuai ketentuan dan undang-undang yang berlaku,” tutup Gunawan.
(ZFT/ISDB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini