MEDIA PURNA POLRI, CURUP – Upaya pencapaian vaksinasi terhadap masyarakat terus dilakukan pemerintah. Terbukti dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda Pemkab Rejang Lebong menggelar vaksinasi cavid 19 secara massal. Kegiatan yang berlangsung di GOR Curup itu diserbu warga. Ribuan warga datang dari berbagai penjuru Rejang Lebong untuk disuntik vaksin. Kegiatan yang melibatkan ratusan nakes itu berlangsung (28/20)2021) kamis pagi mulai jam 8:00 sampai sore.

atau bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang meninjau langsung pelaksanaan vaksin mengatakan bahwa pencapaian vaksin di Provinsi Bengkulu khususnya Kabupaten Rejang Lebong masih rendah dibanding nasional.

“Kita terima kasih kepada masyarakat yang antusiasnya sangat tinggi untuk mengikuti vaksinasi ini,” kata Gubernur didampingi Wabup RL Hendra Wahyudiansyah, Kadinkes Provinsi Herwan Antoni, Kadinkes RL Syamsir, para pimpinan FKPF dan SKPD baik Provinsi maupun Kabupaten Rejang Lebong.

“,Dikatankan Gubernur pemberian vaksin adalah sebagai syarat untuk memberikan pelayanan administrasi maupun bantuan sosial kepada masyarakat Tentu ini tujuannya baik untuk menjaga agar masyarakat tetap sehat,” tegas Rohidin.

Sementara itu Kadinkes Provinsi Herwan Antoni mengatakan saat ini pencapaian vaksin di Provinsi Bengkulu baru 34 persen dari target sasaran yang harus divaksin.” Kita terus menyelenggarakan vaksinasi ini agar mencapai target,” kata Herwantoni.

Sementara itu Karsidi, 52 warga Kelurahan Air Putih Curup mengatakan datang ke GOR mengikuti vaksin untuk menjaga agar tidak terinveksi virus Corona. ” Supayo kito idak keno Corona. Sudah itu asal mau berurusan kito la ado sertifikat vaksin ko.Jadi urusan kito lancar,” ujar Karsidi.

Hampir senada, Noval, siswa SMPN 5 Rejang Lebong mengaku ikut vaksin agar tidak tertular Covid -19.

“Aku la vaksis dosis kedua om, biar idak keno Covid. Suntik dosis satu dulu di sekolah,” ujar Noval.

Pelaksanaan vaksin mematuhi prokes khususnya memakai masker. Tapi terkait jaga jarak tampaknya sedikit abai alias tidak bisa dihindari karena warga berebutan ingin divaksin.

Firdaus Ish

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini