Tangerang, 27/09/2021 –  Pekerjaaan pemasangan Spal/U-ditch di depan Kantor Kelurahan Sindang Sari Blok SB 7 Rt 001 RW 010 Kelurahan Sindang Sari Kec Pasar Kemis Kab Tangerang dikerjakan asal jadi oleh pihak Rekanan atau Kontraktor. Pekerjaan proyek tersebut yang di kerjakan oleh Cv. Sarana Sukses Sejahtera dengan anggaran Rp 149 055 000.00 di kerjakan selama 45 hari kalender .di duga tidak sesuai dengan RAB , Dan begitu juga Proyek Spal/U-Ditch yang di kerjakan oleh CV Multi Karya dengan anggaran Rp 148 438 000.00 di kerjakan selama 45 hari kalender.Yang di Blok SH RT/RW 007/010 Kurahan Sindang Sari . Kecamatan Pasar Kemis Tangerang Banten.

Menurut hasil pantauan Media Tabloidtipikor.com , Pemasangan U-Ditch banyak sekali temuan dilapangan yang tidak sesuai dengan RAB.Seperti lantai dasar saat pemasangan U-Ditch tidak di cor, dan lobang masih di genangi oleh banyaknya Air , terus dinding betonya kiri kanan di duga tidak di semen ,serta bekas coran dinding beton yang lama tidak di bongkar, sehingga untuk kekuatan keberadaan U-Ditch yang terpasang akan lebih cepat hancur, atau rusak ,dan pekerja nya juga tidak memakai K3 ,dan ada juga yang kita temukan U-Ditch yang sudah retak dan masih di pergunakan atau di pasang.Dan ini terjadi karena tidak ada atau lemahanya pengawasan dari Dinas Perkim dan Konsultan saat pelaksanan di lapangan, yang di kerjakan oleh CV Sarana Sukses Sejahtera dan CV Multi Karya tersebut

Kami menduga tidak ada Konsultan dan Pengawas serta pelaksana saat proses pengerjaan berjalan. Hal ini patut juga kita duga, proyek pemasangan U-Ditch tersebut lepas dari pengawasan dinas terkait dan melakukan suatu pembiaran terhadap pengerjaan tersebut sehingga dapat merugikan masyarakat penerima manfaat hususnya warga desa Kelurahan Sindang Sari yang di tinggal Perum Taman Walet.

Dalam waktu yang sama pekerja yang tidak mau disebut namanya saat dimintai keterangan atau konfirmasi terkait proyek yang dikerjakan mengatakan, ” Pengawas dan Pelaksana nya gak ada di tempat ,saya cuma pekerja pak, tidak tahu siapa pelaksananya dan konsultan serta pengawas , kami hanya disuruh bekerja” katanya .

Sementara itu sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Wartawan Indonesia (DPC GWI ) Kabupaten Tangerang, A.Jueni mengatakan bahwa kegiatan tersebut sudah jelas menyalahi prosedural dan tekhnis (Rab).

” disini saya lihat dari kegiatan tersebut sudah menyalahi aturan, dan lemahnya pengawasan dari di Dinas terkait. Seharusnya dari kegiatan tersebut harus di awasi dalam pelaksanaan kegiatan, ini jelas ada kong-kolingkong antara pihak pengusaha dan pelaksana dari,” ucapnya.

Hingga sampai saat ini pengawas belum dapat dikonfirmasi guna klarifikasi

(Team)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini