MPP, Kudus – Pemerintah pusat dalam hal ini mendikbud Ri selalu berusaha untuk meringan biaya para wali siswa dalam mengenyam pendidikan untuk tingkat Dasar (SD) sampai dengan Sekolah menengah tingkat Atas (SLTA) .Dengan membebaskan biaya sekolah Mulai dari Uang Gedung samapai dengan SPP. Bahkan pemerintah memberikan bantuan BOS untuk masing masing siswa mulai tingkat dasar sampai dengan SLTA. Namun masih ada juga sekolah yang memanfaatkan dana dari wali siswa.antara lain adanya penjual Buku Lembaran Kerja Siswa (LKS) yang di lakukan oleh Kepala sekolah Tingkat dasar (SD)di kabupaten kudus . Dengan alasan untu pembelajaran di rumah dan di bebankan kepada wali siswa .Meskipun kasus ini berjalan sudah cukup lama .

Sampai saat ini belum ada tindakan dari Dinas Pendidikan dan Penegak hukum yanag ada di kabupaten kudus untuk menyikapi kasus ini .Penjualan Buku Lembaran Kerja Siswa (LKS) untuk tingkat sekolah dasar (SD) sebesar Rp 107.000 (Serataus tujuh ribu) persemester untuk setiap siswa di bebankan kepada wali sisiwa. Dan ini sudah berjalan cukup lama . Sehingga siswa di wajibkan membeli buku LKS kepada pihak sekolah setiap semester. Dan ini menjadi beban para wali siswa . karena setiap semester harus mengeluarkan biaya sebesar itu untuk anaknya.

Terutama di tengah tengah Pandemi ini mencari uang sangat kesulitan.Seharusnya pihak sekolah bisa mengerti situasi dan mentaati aturan Pemerintah dengan mentaati Peraturan Pemerintah nomor 17tahun 2010 pasal 181a.Dan Permendik Pasal 12a nomor 75 tahun 2016. Sehingga tidak membebani para wali siswa. Salah satu kepala sekolah yang di temui awak media ini mengatakan bahwa buku tersebut di beli dari seseorang yang juga warga kudus dengan hasil kesepakatan bersama yang di kordinir oleh K3S di kecamatan.

Sehingga dirinya hanya mengikuti saja .Saat di tanyakan masalah harga pembelian setiap bukunyadan kepada siapa enggan menjawab.Kasus ini segera di laporkan kepada pihak dinas pendidikan kabupaten kudus dan juga Ombudsman jawa tengah . Karena sudah melanggar aturan pemerintah yang menjadikan beban untuk wali siswa.Sehingga bisa di berikan sangsi atau di hentiakan kegiatan ini agar para wali siswa tidak terbeban. SW

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini