Media Purna Polri -Kupang – Akibat kemarau panjang, Desa Oeniko Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang – NTT kini mengalami krisis air bersih. Bahkan untuk kebutuhan sehari – hari, warga terpaksa membeli air bersih.

Sejak bulan Juli 2020, sekitar 244 Kepala Keluarga atau 946 jiwa warga Desa Oeniko terpaksa membeli air bersih dengan harga Rp. 10.000 per 3 jerigen ukuran 20 liter.

Anehnya, baik pemerintah Desa Oeniko maupun pemerintah Kabupaten Kupang masih menutup mata, hingga hari ini belum ada langkah antisipasi mengatasi situasi emergency ini.

“Kami sudah beli air sejak bulan juli, Kepala Desa juga beli air tapi dia (Kades-red) seperti diam saja,”Ujar warga Desa Oeniko yang enggan namanya disebut, Minggu (22/11) di Kupang.

Kepala Desa Oeniko Yohanis Siki saat dikonfirmasi Minggu (22/11) via sambungan telepon membenarkan kondisi yang sedang dialami warga desanya.

Harga jual air bersih bervariasi tergantung jarak tempuh. Warga ada yang membeli air seharga Rp. 10.000 per 3 jerigen ukuran 20 liter air. Ada pula warga yang beli air dengan harga Rp. 10.000 per 4 jerigen ukuran 20 liter kalau jaraknya agak dekat dengan jalan raya.

Ia mengatakan, pemerintah Desa Oeniko pun telah pula mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, namun sampai saat ini belum ada jawaban.

“Kami punya permintaan bantuan air bersih ke BPBD Kabupaten Kupang sudah kirim sejak bulan oktober kemarin, tapi sampai saat ini belum ada jawaban,”Ujar Kades Oeniko.

Selain itu, program sumur bor yang bersumber dari Dana Desa pun belum bisa dilaksanakan lantaran masih menunggu mesin bor.

Yakobertus S.B Asa Feni Anggota DPRD Kabupaten Kupang yang juga mewakili warga Desa Oeniko mengatakan anggaran untuk bantuan air bersih di BPBD telah habis terpakai.

“Sekarang di BPBD waktu kita koordinasi anggaran sudah habis untuk bantuan air bersih bagi semua desa. Anggaran untuk distribusi air bersih terbatas untuk tahun ini hanya 4 keamatan,”Ungkapnya saat dikonfirmasi via sambungan telepon.

Ia mengaku anggran yang dimiliki BPBD kabupaten Kupang telah habis terpakai dan baru bisa dianggarkan lagi pada tahun anggaran 2021.

Menurut Politisi Partai Demokrat Kabupaten Kupang, tidak ada langkah lain lagi untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami warga Desa Oeniko bahkan warga desa lainnya di Kecamatan Amabi Oefeto Timur yang juga sama – sama mengalami krisis air bersih bahkan kondisinya ada yang lebih parah.

Ketika disingggung soal donasi dari pribadi anggota DPRD Kabupaten Kupang yang mewakili Amabi Oefeto Timur, dirinya tidak berani memberi jawaban pasti.

Ia beralasan bahwa kondisi krisis air bersih kini dialami semua desa di Kecamatan Amabi Oefeto Timur, apalagi kondisi semua serba mahal, semua sumber air sudah kering sehingga untuk untuk bantuan harus diambil dari wilayah Kupang Timur.

(Yustaf Siki/Tim)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini