MPP,Jakarta-  Maraknya penggunaan atribut logo Badan Narkotika Nasional (BNN) oleh institusi atau oknum yang tidak bertanggungjawab, BNNK Muaraenim, Meminta kepada seluruh lembaga atau lapisan masyarakat untuk tidak memakai atau menggunakan logo BNN tanpa seizin BNN.

“Kita sudah menerima beberapa laporan terkait dugaan penyalahgunaan logo BNN oleh lembaga atau oknum yang tidak bertanggungjawab,” Ujar Kepala BNNK Muaraenim Ika Wahyu Hindaryati, SKM, M.Si, Minggu (12/3/2017).

Menurut Ika, Larangan ini langsung dikeluarkan oleh BNN Pusat mulai tahun 2017 ini, Yang intinya melarang semua lembaga atau masyarakat untuk menggunakan logo BNN.

Hal tersebut terpaksa dilakukan, Karena begitu banyaknya laporan dari masyarakat yang resah tentang banyaknya oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengambil keuntungan pribadi atau kelompok dengan mengatas namakan sebagai anggota BNN.

“Logo BNN tidak boleh digunakan kecuali oleh Pegawai BNN, Pakai logo BNN kena pelanggaran hukum pidana, Mulai tahun 2017 ditegaskan BNN Pusat bahwa selain pegawai BNN tidak boleh memakai logo BNN untuk kepentingan apapun,” Tegas Ika.

Masih dikatakan Ika, Larangan tersebut berlaku sejak tahun 2017. Dan jika ada institusi yang sebelumnya melakukan perjanjian kerjasama dengan BNN atau semacamnya, Juga dengan sendirinya dinyatakan tidak berlaku lagi.

Untuk itu, Bagi institusi atau masyarakat yang masih menggunakan logo BNN untuk segera dicopot atau jangan dipakai lagi.

Masih dikatakan Ika, Bahwa pihaknya sangat senang dan apresiasi sekali jika ada lembaga atau masyarakat yang ingin bekerjasama dalam hal memberantas peredaran narkoba. Namun tentu harus sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Bahkan pihaknya sudah menyiapkan wadah tersendiri bagi masyarakat tersebut.
Dari data yang kami peroleh, Lanjut Ika, dalam satu jam akan dua orang yang meninggal karena Narkoba, Jadi dalam satu hari dapat berjumlah 24 orang. Untuk itu pihaknya meminta bantuan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menginformasi kepada masyarakat bahwa akan bahaya Narkoba yang sudah menjajah bangsa Indonesia. Oleh karena itu tanpa dukungan dan komitmen kita semua baik Pemerintah, Swasta, Ormas dan juga Insan Media tentu tidak akan tercapai dalam memberantas peredaran Narkoba. Pada tahun 2017 ini, Pihaknya sudah merehab 19 orang yang terdiri pelajar/mahasiswa, Pengusaha, Tenaga kerja Sukarela (TKS). Semua itu berkat bantuan dan kesadaran baik dari pengguna itu sendiri, Keluarga, Pemerintah setempat dan atasan tempat mereka bekerja. Untuk tempat rehab ada tujuh tempat yakni di Sukabumi (Jabar), Badoha (Makasar), Samarinda, Deli Serdang (Medan), dan Kalianda (lampung). Dan mudah mudahan Sumatera Selatan akan segera menyusul dibangun untuk tempat rehab narkoba tersebut sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ketika akan berobat.(JL MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini