Mediapurnapolri, Jabar – Tindak kejahatan yang banyak dilaporkan Sejak Januari hingga September 2020, penipuan online berada di posisi kedua teratas. Sekitar 28,7% kejahatan siber berasal dari kategori tersebut .

Sejak 2016 hingga 2020 (September), total 7.047 kasus penipuan online dilaporkan. Apabila dirata-rata, maka terdapat 1.409 kasus penipuan online tiap tahunnya penipuan online marak terjadi melalui media sosial Modusnya pun berbeda-beda, mulai dari rekayasa sosial (social engineering), menjual produk di bawah harga.

Termasuk seorang perempuan berinisial DMY (33) asal Pondok Benda Indah kota Tangerang yang sedang bekerja di balik papan, telah menjadi korban online shop fiktif yang tidak bertanggung jawab.

Bermula untuk membeli iphone dan melihat perbandingan harga di internet , yang menyajikan harga – harga terbaru dengan model gadget terbaru di berbagai situs online kemudian tertuju pada Galery ponsel yang menyajikan promo besar-besaran dan discount super murah.

Dan mulai untuk melanjutkan komunikasi via whatsapp dengan akun tersebut , yang pada awalnya mengaku sebagai berinisial RR ( 29) dan beralamat di Bandung wilayah hukum Bojongloa Kaler , pada hari jum’at 06/11/2020.

Pada hari berikutnya sabtu 07/11/2020 korban mulai percaya kepada akun tersebut karena RR memberikan photo diri sambil memegang ktp dan identitas berupa sim dan ktp sebagai bukti jaminan kepercayaan ,
kemudian terjadi transaksi electronic pada Pukul 09:02 WITA kepada RR dengan jumlah Rp 4.000.000 , selang waktu beberapa jam seluruh akses komunikasi di blokir oleh pengguna akun tersebut.

Kejadian ini korban diberitahuan kepada kakaknya JA ( 38 )  yang berada di Cibaduyut kota Bandung untuk menyelidiki keberadaan alamat tersebut pada hari senin 09/11/2020 ,
setelah di selidiki ternyata toko tersebut fiktif dan berlanjut ke alamat identitas yang di berikan , kemudian JA di bantu oleh ketua RT setempat tersebut menemui RR ,
sesampai di alamat tersebut sang pemilik identitas sangatlah terkejut ,
kemudian RR berusaha menjelaskan kepada JA bahwa dirinya sudah melaporkan pencemaran nama baik dirinya ke polsek Bojongloa Kaler pada thn 2017 , bahwa ia juga korban penipuan waktu itu setelah memberikan photo diri dan identitas waktu pembelian hp via online ;

“Saya juga tertipu pak tahun 2017 waktu mau membeli hp oppo via online , nah saat itu lah saya di minta photo diri sambil pegang identitas ktp dan sim , setelah itu selang 2 bulan banyak orang ke rumah seperti bapak sekarang , sesudah lapor waktu itu , hampir 2 tahun aman dan baru sekarang ada lagi bulan ini bapak yang kedua setelah orang jakarta ”
Demikian penuturan RR kepada kami ( MPP ).

Setelah mendapat penjelasan JA menghubungi DMY untuk video call dengan RR dan klarifikasi terkait peristiwa ini , akhirnya korbanpun mengikhlaskan kerugian materi akibat kecerobohan nya tersebut .

( Brinka Mpp Jawa Barat )

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini