Media Purna Polri _ PANCA TUNGGAL MUBA – Awalnya seorang penjual keripik. Warga asal Desa Panca Tunggal , Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin , Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) banting setir menjadi pengerajin bambu yang biasanya bambu cuma dibuang, ternyata bisa dipergunakan sebagai bahan pembuat kerajinan .

Dari pantauan awak media Jum’at (23/10/2020) di lokasi, beginilah suasana di rumah Beni (45) warga Rt.01 dusun 01 pengrajin asal Desa Panca Tunggal tersebut setiap harinya melakukan aktivitas menyiapkan bahan dari bambu yang akan di sulap menjadi berbagai macam miniatur yang banyak diminati masyarakat.

Salah satunya miniatur yang siap di pasarkan yaitu: Icon Tunggu Bintang Bundaran Kota Sekayu, perahu layar, mobil ,kapal pesiar dan berbagai macam pesanan yang di inginkan.

Menurut keterangan Beni saat di wawancarai oleh Media, (23/10), awalnya terinspirasi menjadi pengerajin bambu akibat melemahnya ekonomi di tengah masa pandemi Covid-19 .

Pada saat itu di ceritakan Beni, yang sebelumnya berprofesi setiap harinya sebagai penjual keripik hasilnya tidak bisa untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari sehingga ia menyimpulkan banting setir alih profesi menjadi pengerajin bambu.

“Alhamdulillah, dengan adanya dorongan dan suport dari Kepala Desa Panca Tunggal saya semakin semangat untuk menekuni kerajinan ini,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Panca Tunggal Eko Suprihadi, SH Menjelaskan, bahwa cara pembuatan miniatur dirinya menggunakan pisau, cutter, bubut dan alat ukir untuk meraut bambu. Kemudian, helai demi helai bambu tersebut dirangkai menjadi miniatur dengan menggunakan lem sebagai bahan pelekat untuk menyatukannya.

Dan dengan sentuhan karya seninya bambu dirakit menjadi berbagai macam miniatur seperti yang kita lihat.

“Ya ,kami berharap agar UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang ada di Desa Panca Tunggal dapat bersaing bukan hanya di tikat Desa saja bahkan ketingkat Nasional,” harapnya.

Selain itu juga, “Kita sudah siapkan peralatan untuk usaha yang dijalaninya agar dapat berkembang.

“Miniatur ini akan kita tampung dan kita pasarkan melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Panca Tunggal sesuai dengan pesanan peminat dengan harga terjangkau sesuai tingkat kerumitan pembuatannya,” tutupnya.

(Syapari)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini